GUBERNUR Sulsel HM Nurdin Abdullah diagendakan menghadiri sidang hak angket DPRD hari ini, Kamis (1/8). Ia akan ke gedung dewan usai menghadiri pemakaman Ichsan Yasin Limpo.
Nurdin diminta hadir memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait sejumlah persoalan yang terjadi di lingkup Pemprov Sulsel. Dalam surat undangan, disebutkan jadwal Nurdin di sidang hak angket pukul 13.00 Wita. Sementara pemakaman Ichsan akan dilaksanakan ba’da dhuhur.
Namun menurut Bunyamin Arsyad, gubernur rencananya akan ikut mengantar jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir. Soal jadwal sidang hak angket, bisa dibicarakan lebih lanjut dengan DPRD Sulsel.
Sementara untuk tiga orang pengusaha yang disebut-sebut dalam sidang, pansus belum melayangkan surat undangan untuk hadir. Mereka adalah Hartawan, Anggu, dan Ferry Tandiari.
Anggota pansus Ariady Arsal pun melontarkan protes kepada koleganya. Legislator PKS ini meminta agar ketiga pengusaha tersebut disamakan statusnya dengan terperiksa lainnya. Sebab ada penyebutan nama dan keterlibatan dalam sebuah pembicaraan terkait jabatan atau proyek tertentu. “Seharusnya ketiganya dihadirkan,” cetus Ariady, Rabu (31/7).
Alasannya, karena status Hartawan, Anggu, dan Ferry sama dengan beberapa staf serta pengusaha yang telah ikut jadi terperiksa. “Statusnya sama. Makanya kita minta agar ikut dihadirkan,” pinta Ariady yang juga ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel ini.
Wakil Ketua Pansus Selle KS Dalle membenarkan bila ketiganya belum dipanggil. “Kalau Hartawan itu siap datang, hanya belum dipanggil,” ujar Selle.
Legislator Partai Demokrat ini beralasan bila yang menentukan apakah dipanggil atau tidak adalah pimpinan. “Kita menunggu dari pimpinan. Saya pernah dengar jika ketiganya tidak dipanggil dikhawatirkan akan bias,” ucap Selle.
Soal jadwal kehadiran Gubernur Nurdin Abdullah, Fachruddin Rangga mengemukakan bila mantan bupati Bantaeng dua periode ini akan hadir pada hari Kamis (1/8). “Sesuai undangan, Pak Gubernur diharapkan hadir pada jam 1 siang. Bisa juga sore,” ucap Rangga. (rif)
Ariady Protes Tiga Pengusaha tak Dipanggil
