Site icon Berita Kota Makassar

Pangkep Kembangkan Padi Organik

PANGKEP, BKM — Padi organik mulai dikembangkan Dinas Tanaman Pangan Pangkep. Kini, padi tersebut diujicoba di Kecamatan Bungoro. Produksi ini diharapkan menghasilkan padi sehat, petani juga dapat menikmati harga tinggi dibandingkan beras non organik.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Takalar, Hj St Faridah Idasari di Pangkajene, Senin (29/7), mengatakan, pengembangan budidaya beras organik akan terus dilakukan. Untuk tahap pertama dilakukan demplot seluas 2 hektare di Kelurahan Sapanang dan Kelurahan Samalewa Kecamatan Bungoro.
Pihak pemerintah atau instansi terkait terus berupaya agar petani dapat tertarik dengan menanam padi organik. Dalam demplot tersebut, kata Farida, dilakukan dengan menggunakan kompos sebanyak 5 ton per ha serta cairan organik lainnya. Dengan umur tanaman 90 hari lebih, maka diharapkan dapat dipanen.
Pada panen padi organik tersebut, Senin siang diperoleh hasil antara 7,4 ton hingga 7,9 ton per hektare. Diakui, kurang maksimal karena faktor air yang kurang dimusim kemarau ini. Petani yang menggarap sawah yang digunakan demplot itu sebanyak 50 orang.
Muhtar salah seorang petani sangat tertarik mengembangkan jenis padi ini. Apalagi ada informasi dari Dinas Tanaman Pangan bahwa padi tersebut dapat dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan beras biasa.
”Jika produksi padi jenis ini bernilai harga tinggi, saya mau kembangkan di areal persawahan saya. Daripada tanam padi biasa yang hanya menghasilkan beras dengan harga biasa,” kata Muhtar. (udi/mir/c)

Exit mobile version