MAKASSAR, BKM– Keberadaan eks Terminal Toddopuli, Kecamatan Panakukang masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Makassar untuk dituntaskan. Sudah tiga wali kota berganti, namun lokasi tersebut masih tetap terlihat kumuh dan terbengkalai.
Bahkan diduga mulai disalahgunakan oleh oknum tertentu seperti adanya panti pijat dan disulap jadi lokasi parkir kendaraan besar. Termasuk adanya dugaan aktivitas perjudian.
Menyikapi kondisi itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar akan memanggil Pemerintah Kota Makassar. Apalagi, dewan telah mendengar berbagai laporan dari warga sekitar adanya kegiatan-kegiatan komersial, diatas lahan fasilitas umum dan sosial di Kelurahan Paropo tersebut.
Menurut Anggota Komisi A William L, laporan yang masuk di DPRD Makassar terkait adanya kegiatan komersial di eks Terminal Panakkukang seperti kegiatan perjudian, tempat parkir truk, tempat panti pijat hingga pembuangan sampah, harus segera disikapi pemkot. Olehnya itu, kata William, dewan akan segera menjadwalkan pemanggilan beberapa pihak termasuk pemkot.
“Kita sementara menjadwalkan semoga minggu depan sudah ada waktunya. Kita bakal undang semua pihak bersangkutan, apalagi ada laporan seperti itu masuk di kelurahan dan kecamatan, namun tidak ditindaki dan terkesan mengabaikan. Makanya kita mau panggil semua RDP ini,”ungkapnya, Kamis (1/8).
Selain itu, legislator dari Fraksi PDIP Makassar ini juga menyayangkan pemerintah kota mengabaikan fasum fasos eks Terminal Toddopuli tersebut. Padahal sebelumnya pemerintah kota akan menjadikan lahan tersebut sebagai Ruang Terbuka Hijau.
“Kita juga mau tau itu fasum disana kenapa sampai sekarang tidak dijadikan RTH. Kita dijanjikan saja terus, dengan adanya laporan ini kita bisa tahu apa sebenarnya kendalanya disana. Hasil RDP ini nantinya akan dijadikan rujukan untuk mengeluarkan rekomendasi,” ujarnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kelurahan Paropo, Panakukkang, A Asriyandi membeberkan ada empat dugaan masyarakat yang disinyalir terjadi di exs Terminal Toddopuli, yang seharusnya menjadiblahan Fasum Ruang Terbuka Hijau (RTH). Justru telah disalahgunakan oleh pihak tertentu.
“Warga ini sudah resah dengan banyak kegiatan di exs Terminal Toddopuli, banyak yang mengadu sudah banyak panti pijat baru yang tidak ada izin dan disalah gunakan. Belum lagi, banyak buang sampah disitu dan baunya sangat menganggu pencemaran udara, ditambah truk-truk besar banyak memarkir diarea tersebut, serta arena pertandingan burung yang diduga dijadikan taruhan judi,” bebernya.
Keluhan masyarakat ini ternyata sudah dilaporkan di pihak pemerintah kota, namun tidak kunjung tindaki. Olehnya itu, para tokoh masyarakat dan warga berbondong-bondong memasukkan laporan tersebut di DPRD makassar untuk ditindaki.
“Kita ini sudah ke wali kota, kelurahan dan kecamatan tapi tidak ada tanggapi. Makanya jalan satu-satunya kita datang ke dewan sebagai wakil dari rakyat untuk menuntaskan masalah ini,” tegasnya.
Untuk itu, A Asriyandi berharap agar anggota DPRD Makassar khususnya komisi terkait untuk segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan membersihkan lahan fasum tersebut agar tidak menganggu masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala Kecamatan Panakukang, Thahir Rasyid yang dihubungi BKM terkait dugaan penyalahgunaan lahan eks Terminal Toddopuli belum bisa memberikan keterangan. Ponsel yang dipakainya tidak merespon panggilan wartawan. (ita)
