MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Ashabul Kahfi mengakui jika perolehan suara dan kursi partai yang dipimpinnya pada pemilu legislatif (Pileg) 17 April 2019 lalu menurun. Penurunan kursi dan suara salah satu diakibatkan kualitas calon anggota legislatif (caleg) PAN itu sendiri.
“Bukan karena program, atau dari pimpinan, namun kualitas person caleg itu sendiri,”ujar Kahfi, Kamis (1/8).
Hasil Pileg lalu, kursi PAN turun dari 9 menjadi 7, begitu juga sejumlah daerah. “Termasuk di Kabupaten Gowa, baru kali ini perolehan kursi dan suara turun drastis,”ujar Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
Pada Pileg 14 April 2014 lalu, PAN Gowa meraih 5 kursi sehingga punya kader sebagai wakil ketua DPRD Gowa yakni Abd Haris Tappa. Namun kini, PAN hanya hanya mampu meloloskan 3 kadernya ke DPRD Gowa.
Abd Haris Tappa yang tak lain adalah Ketua DPD PAN Gowa tidak terpilih lagi, alias gagal oppo.
Hal berbeda di Kabupaten Takalar, pada Pileg sebelumnya, PAN mampu mengontrol 2 kursi, namun kini PAN sukses meloloskan 3 kadernya ke DPRD Takalar masing-masing Hj Erna Halera, Bakri Sewang dan Nurasisyam.
Untuk itu, PAN Sulsel tetap akan mengevaluasi kerja kerja politik kader partai. “Evaluasi itu memang perlu,”ucap Kahfi yang pada Pileg lalu sukses lolos menjadi anggota DPR RI. (sar-ira/rif)
Kahfi Akui Personil Calegnya Lemah
