Site icon Berita Kota Makassar

Ekonomi Sulbar Tumbuh 4,91 Persen

MAMUJU, BKM — Perekonomian Sulbar pada triwulan II 2019, diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp11,30 triliulan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp7,96 triliun.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan Provinsi Sulbar, Windrisal, di ruang pola gedung BPS Perwakilan Provinsi Sulbar, Senin (5/8). Dikatakan, perekonomian Provinsi Sulbar ditriwulan II tahun 2019 telah mengalami pertumbuhan 4,66 persen.
Pertumbuhan tertinggi diperoleh dari lapangan usaha administrasi pemerintahan serta jaminan sosial wajib sebesar 11,30 persen. Untuk pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 86,84 persen.
Pada skala regional kawasan Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua), pertumbuhan wilayah tertinggi pada triwulan II-2019 terjadi di Sulawesi Tenggara sebesar 6,81 persen maka pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triulan II -2019 terjadi di maluku utara sebesar 7,49 persen. Sedangkan pada Sulampua secara kumulatif hingga triwulan II atau semester I 2019, pertumbuhan tertinggi terjadi di Maluku Utara sebesar 7,59 persen.
Peningkatan kinerja pada perekonomian ditriwulan II-2019 lebih disebabkan kinerja dihampir semua lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan. Kecuali lapangan usaha industri pengolahan yang mengalami kontraksi sebesar 1,65 persen.
Begitu pula lapangan usaha akomodasi dan makan minum yang terkontraksi 0,22 persen, serta pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang terkontraksi sebesar 0,14 persen.
”Dan untuk lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan paling tinggi adalah lapangan usaha administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib yaitu 11,30 persen,” ungkapnya.
Dikatakan, jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sulbar ditriwulan II-2019 terhadap triwulan II-2018 mencapai 4,91 persen. Semua komponen PDRB pengeluaran mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit.
”Meninjau pada sumber pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan II-2019, maka memberikan sumbangan terbesar adalah komponen PKRT sebesar 2,41 persen, disusul komponen PMTB dengan sumbangsih sebesar 1,54 persen dan komponen PKP sebesar 1,02 persen. Sementara pada komponen lainnya termasuk di dalamnya ekspor dikurangi impor dan perobahan inventori, memberikan sumbangsih negatif sebesar minus 0,14 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada triwulan II-2019,” katanya. (ala/mir/c)

Exit mobile version