PERAYAAN HUT RI ke 74 hingga H-3 belum juga terasa semaraknya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, semua lorong maupun jalan tidak pernah sepi akan perayaan tahunan tersebut.
Perlombaan demi perlombaan mengisi hari-hari warga mulai pagi hingga malam hari. Tapi kali ini, suasana itu tidak terlalu terasa, karena masih banyak warga yang berada dalam lorong belum menampakkan aktivitas perayaan HUT-RI.
Olehnya itu, saat ini dibutuhkan cara dari aparat pemerintah mulai dari aparat terendah, RT,RW,Kelurahan hingga Kecamatan bisa memberikan semangat kepada warganya dalam memeriahkan HUT tersebut.
Hal sama yang dilakukan Kepala Kecamatan Tallo, Andi Zainal A Takko. Ia meminta para lurah agar lebih bekerja ekstra dalam mendorong kemeriahan HUT RI ke-74 di wilayah Kecamatan Tallo.
“kegiatan memperingati HUT RI di masyarakat harus didukung penuh pemerintah. Buktinya kami buat pesta rakyat untuk masyarakat, dan melibatkan masyarakat,” ujar Andi Zainal Abidin Takko, Rabu (14/8).
Hal serupa dikatakan oleh Sekretaris Camat Wajo, Aulia Arsyad. Kata dia, menyemarakan HUT RI merupakan bentuk penghargaan negara, kepada para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan Indonesia dulu.
“Untuk setiap kelurahan kecamatan Wajo, menyemarakkan HUT RI ke-74, jadi kami akan adakan malam puncak tingkat kecamatan nantinya,” jelas Aulia Arsyad.
Begitupun yang diungkapkan Sekretaris Camat Biringkanaya, Mahyuddin. Ia telah mengimbau pemerintah kelurahan bekerjasama dengan ketua RT/RW membuat kegiatan rangkaian Hut RI.
“Alhamdulillah seluruh kelurahan se kecamatan Biringkaya melaksanakan berbagai kegiatan dilingkungan masyarakat,” kata Mahyuddin.
Tak hanya pihak kecamatan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar juga meminta pemerintah mengadakan perlombaan di wilayah kerja RT/RW.
Seperti yang dikatakan Anggota Komisi D DPRD Makassar, Hamzah Hamid. Menurutnya, untuk saat ini dirinya tidak mengetahui pasti apakah ada anggaran untuk pelaksanaan lomba menyambut HUT Kemerdekaan RI. Namun dirinya memastikan tiap tahun ada anggaran untuk pelaksanaan kegiatan tersebut di anggaran Kecamatan masing-masing.
“Saya tidak tahu juga, karena belum lihat (anggaran). Seperti tahun lalu saya tahunya ada di kecamatan itu sebesar Rp 10 juta, untuk pelaksanaan meriahkan acara sama hadiah lomba,” ungkapnya.
Selain itu, Legislator Fraksi PAN Makassar ini mengaku lomba HUT Kemerdekaan tiap tahun tidak boleh sepi. Sebab setiap Ketua RT/RW dapat memunggut biaya swadaya kepada masyarakat atau meminta bantuan dana ke tingkat Kecamatan.
“Kita mengimbau kepada semua Ketua RT dan RW untuk merayakan acara ini sebaik mungkin. Semua masyarakat yang khususnya warga kita, dapat memeriahkannya, dana kegaitan itu pasti ada,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Makassar, Abdi menggungkapkan perayaan lomba HUT Kemerdekaan RI sepengetahuannya sudah dilaksankan di tiap kecamatan dan diantaranya baru dilaksanakan usai upacara 17 agustus.
“Dimana itu tidak ada lomba, semua saya lihat sedang lakukan itu. Hanya saja memang tidak serentak semua laksanakan lomba 17 agutusan, kadang-kadang ada yang lakukan sudah upacara. Pasti masyarakat juga semangat kalau ada lomba di hari kemerdekaan ini,” katanya.
Legislator Fraksi Demokrat ini menuturkan agar perayaan HUT kemerdekaan ini, masyarakat bisa berperan dan ambil bagian dalam setiap perayaan HUT Kemerdekaan RI. Dengan demikian, masyarakat dapat meresapi arti kemerdekaan sekaligus mempererat kebersamaan antar masyarakat. “Seluruh masyarakat harus terlibat dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ini,” ucapnya.(ita-jun)
