Site icon Berita Kota Makassar

KPPU Gandeng Pemprov Dorong Industri Garam

Area pegaraman rakyat di dusun mondung, desa dasuk, kecamatan pademawu pamekasan madura. Terlihat petani garam sedang memanen garamnya yang ke enam kalinya dalam musim tahun 2014 ini, setiap kali panen di lahan seluas satu hektar memperoleh sekitar kurang lebih 7 ton garam. Jika cuaca mendukung, dalam 1 bulan bisa 2 kali panen, menurut pak eko (31) yang sedang mengais garam dengan alat “sorkot” / pengais, pak eko juga dibantu rekannya sesama buruh pengais garam pak johan (35), mereka dibayar 30 ribu rupiah per sekali borongan dalam 1 hektar lahan garam yang dipanen. Harga garam akhir-akhir ini turun dari Rp500.000,- menjadi Rp 450.000,- “menurut pak johan”.

MAKASSAR, BKM — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggandeng Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendorong pembangunan industri garam di Sulsel.
Kepala Kantor Wilayah IV KPPU Makassar Hilman Pujana mengaku, potensi garam Sulsel hingga saat ini masih besar serta berkualitas tinggi.
“Kita melihat potensi garam di Sulawesi Selatan sangat besar, terkait kualitasnya berdasarkan informasi yang saya dapat kualitasnya juga bagus,” beber Hilman Pujana usai berdiskusi dengan Gubernur Sulsel Rujab Gubernur Jalan Jendral Sudirman Makassar, Kamis (15/8).
Menurut dia, kehadiran industri garam di Sulsel akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan para petani. Selain itu, meningkatkan kualitasnya sehingga nilai penjualan pun akan meningkat.
“Usulan dari kami, KPPU mendorong untuk dibangun industri-industri garam. Jadi nanti arahnya bukan hanya jual row material keluar, tapi dalam bentuk lain. Sudah ditingkatkan. Jadi harganya juga bisa lebih bagus dan memberikan kesejahteraan buat para petani garam di sana,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lewat pengolahan garam tersebut.
Apalagi, garam milik Sulsel sangat bagus dan berkualitas tinggi. Garam di Sulsel sangat diminati oleh pasar mancanegara. Hanya saja masih butuh diolah dan jejaring pasar yang kuat.
“Kami sangat terbuka untuk menyambut kedatangan semua pihak yang ingin membangun apalagi demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas mantan Bupati Bantaeng dua periode itu. (rhm)

Exit mobile version