PAREPARE, BKM — Pemkot Parepare memberikan perhatian serius kepada seorang balita Muhammad Resky (3) yang diduga menderita polio dan asupan gizi kurang.
Resky tinggal bersama ibunya, Hamsiah di Jalan Pemuda RT 03/RW 01, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Selama ini Rezky mendapat perhatian Puskesmas Lumpue yang mengawasi dan menangani asupan gizinya.
Camat Bacukiki Barat, Fitriany saat membesuk Resky bersama Dinsos dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jumat (16/8) lalu mengatakan pihaknya melakukan sharing dengan Bagian Gizi Puskesmas Lumpue dan memutuskan membawanya ke RSUD Andi Makkasau.
“Setelah sharing dengan pihak Gizi Puskesmas Resky perlu penanganan lebih lanjut terkait tumbuh kembangnya, sehingga kita bawa ke RSUD,” ujar Fitriany.
Fitriany menekankan, Resky perlu mendapat penanganan gizi lebih baik karena di usianya tiga tahun, berat badannya hanya 6 kg.
“Selama ini Puskesmas Lumpue sudah melaksanakan pengawasan dalam penanganan asupan gizi Balita Resky. Itu dengan memberikan susu dan biskuit. Tapi tetap harus mendapat penanganan lebih serius di rumah sakit,” kata Fitriany.
Resky tergolong keluarga tidak mampu. Selama ini Hamsiah, ibunya hanya berharap kiriman dari suaminya yang bekerja di Kalimantan.
Kabag Humas dan Protokol Pemkot Parepare, M Anwar Amir yang dihubungi terpisah mengatakan, Resky menjadi perhatian serius Pemkot Parepare.
”Begitu kami mendapat informasi, tim langsung turun ke rumah Resky. Resky kemudian dibawa ke RSUD untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Insya Allah, akan terus menjadi perhatian Pemkot,” ujar Anwar.
(mup/C).
