Site icon Berita Kota Makassar

Sempat Video Call Istri Sebelum Ditemukan Tewas

MAKASSAR, BKM — Sesosok mayat pria dengan posisi tertelungkup ditemukan di pinggir Sungai Tello, Sabtu (17/8) pukul 11.00 Wita. Kondisinya berlumuran darah.
Penemuan itu sontak membuat geger warga Jalan Perintis Kemerdekaan. Tak jauh dari Mall Makassar Town Square (MToS).
Tak lama kemudian, aparat Polsek Tamalanrea tiba di tempat kejadian. Selanjutnya mengamankan lokasi, serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Menyusul tim Inafis Polrestabes Makassar bersama Dokpol Polda Sulsel tiba di TKP. Mereka melakukan olah TKP dan mengindentifikasi mayat tersebut. Setelah itu jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Kapolsek Tamalanrea Kompol Syamsul Bakhtiar mengatakan, pihaknya langsung langsung sesaat setelah menerima informasi penemuan mayat. Selanjutnya menghubungi tim Inafis Polrestabes Makassar dan Dokpol Polda Sulsel. Di saat yang sama, petugas lainnya mengumpulkan keterangan saksi.
Seorang saksi bernama Dody (43), mengaku saat itu dirinya sedang memancing di Sungai Tello. Tidak lama kemudian mendengar suara teriakan seseorang.
Dirinya pun mencari sumber suara itu. Alangkah kagetnya karena mendapati sssosok mayat dalam posisi tertelungkup berlumuran darah. Di sampingnya ada sebilah badik.
”Setelah melihat mayat tersebut, saksi lalu ke pinggir jalan. Dia memanggil petugas security hotel yang tak jauh dari lokasi untuk segera menghubungi Polsek Tamalanrea,” terang Kompol Syamsul Bakhtiar.
Dari hasil identifikasi, mayat pria tersebut bernama Bayu Kristianto. Berusia 32 tahun. Beralamat di BTN Griya Prima. Merupakan karyawan sebuah pembiayaan. Di dalam tasnya ditemukan baju batik dan celana jeans warna biru.
Kapolsek menyebutkan, hasil pemeriksaan tim Dokpol, di tubuh korban terdapat luka pada kepala, dan dahi bagian kiri. Diduga akibat terjatuh dan kena batu. Ada pula luka pada lengan kiri dalam bagian siku, akibat sayatan benda tajam sedalam 3 cm dan panjang sekitar 4 cm.
“Dugaan sementara korban dibunuh. Tapi kami masih dalami. Di samping itu kami menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara,” terang kapolsek.

Video Call Istri

Almarhum Bayu dikenal sosok pria penyabar. Hal itu diungkapkan tantenya bernama Neni. Setahunya, ponakannya cukup ramah terhadap orang lain.
“Ponakan saya itu (almarhum), penyabar dan sangat ramah. Terakhir saya melihatnya dengan mengenakan baju batik. Seperti baju yang dikenakannya saat ditemukan tewas,” ujar Neni.
Dijelaskannya, sehari sebelum ditemukan tak bernyawa, atau Jumat (16/8) pukul 17.00 Wita, almarhum sempat berkomunikasi dengan istrinya melalui video call. Ia menyampaikan bahwa dirinya sedang rapat.
Menurut Neni, ponakannya itu belum lama bermukim di Makassar. Ia tinggal bersama tantenya, kakak dari Neni.
“Belum lama almarhum tinggal di Makassar. Juga belum banyak tahu jalanan di sini. Dia tinggal bersama kakak saya. Terakhir saya melihatnya di rumah kakak dan masih mengenakan baju batik yang dipakainya saat ditemukan meninggal,” terang Neni.
Neni menceritakan, menjelang malam pada hari Jumat, istri korban sempat khawatir karena suaminya tak kunjung pulang. Ia sempat mendatangi kantor suaminya namun tidak berhasil menemuinya.
“Istrinya sempat datang ke kantor suaminya karena belum pulang. Tapi dia hanya melihat kendaraan suaminya. Kemudian bertanya ke security. Disampaikan bahwa suaminya sudah pulang,” ujar Neni saat ditemui di RS Bhayangkara.
Rekan kerja almarhum menuturkan, selama tiga bulan bekerja, ia tak punya masalah. ”Saya satu ruangan dengan almarhum. Orangnya sabar. Tidak pernah cerita kalau pernah punya masalah. Karenanya, kami heran ketika mengetahui almarhum meninggal dalam kondisi tak wajar,” ujar seorang rekan korban yang enggan disebutkan identitasnya. (ish/rus)

Exit mobile version