Site icon Berita Kota Makassar

Palsukan Tanda Tangan, Bobol Rekening Nasabah

SIDRAP, BKM — Kasus hilangnya uang nasabah Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu Sidrap yang menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir, mulai terkuak. Ditengarai ada perbuatan unsur kejahatan yang terstruktur dan sistematik.
Pihak bank berdalih, peristiwa ini bukan karena ulah pihak di internalnya. Melainkan oknum pihak ketiga yang dikerjasamakan dalam program tabungan Mandiri, yakni Asuransi AXA Mandiri. Dua oknum asuransi diindikasikan terlibat dalam praktik ilegal yang merugikan nasabah Bank Mandiri.
Beny Setiawan selaku Manager Regional Operation Head Wilayah X Sulawesi Maluku Bank Mandiri, menegaskan pihaknya masih terus melakukan investigasi terkait hilangnya uang nasabah yang mencapai miliaran rupiah.
“Kami turun menyikapi hal ini. Memang ada unsur kejahatan di sini. Untuk sementara kami masih melakukan investigas,” terang Beny Setiawan dalam keterangannya di Pangkajene, Sidrap, Senin (19/8).
Didampingi Harri N Sujiono selaku Kepala Area Head Wilayah Parepare, Beny juga membantah jika Bank Mandiri punya program promo yang memblokir sementara dana nasabah.
“Tidak ada program semacam begitu. Itu perbuatan oknum berinisial Rs dan Ar. Keduanya karyawan AXA Mandiri. Ini yang sementara kami koordinasikan dengan Kapolres Sidrap,” ungkap Beny.
Adanya slip transaksi uang tabungan nasabah milik H Podda sebanyak 39 kali itu, diakui juga bukan pihak Bank Mandiri yang melakukannya.
”Malahan pihak kami dirugikan, karena semua slip transaksi yang dipegang nasabah atas nama H Podda itu justru telah dipalsukan oleh kedua oknum tersebut. Setelah kita investigasi, baru kemudian diambil langkah hukum selanjutnya,” ungkap Beny.
Kepala Cabang Pembantu Bank Mandiri Sidrap Zainal Arifin yang sebelumnya sulit ditemui wartawan sekadar untuk konfirmasi, akhirnya buka suara. Ia yang hadir bersama Beny dan Harry, mengaku syok atas kasus di bank yang dipimpinnya.
“Saya syok, Pak. Jujur, dalam kasus ini tanda tangan saya dipalsukan. Saya tidak pernah memerintahkan mengeluarkan uang nasabah. Justru wajib kami lindungi nasabah. Semuanya sudah saya laporkan ke pimpinan,” ujarnya.
Dalam perkembangan kasus ini, tidak hanya H Podda yang dananya ditilep. Tapi juga sejumlah pengusaha di daerah ini.
Data yang diperoleh, nasabah Bank Mandiri lainnay yang jadi korban adalah Hj Warni, Hj Citra, H Lali, Wa Lanto, dan H Hakim. Kesemuanya memiliki tabungan yang besarannya di atas ratusan juta hingga miliaran.
Sebut saja Wa Lanto, pengusaha beras asal Amparita dan H Lalling. Uang yang disimpannya di bank raib. Sementara di buku tabungan masih tercatat debet sebesar Rp1,5 miliar dan Rp500 juta lebih.
“Saya komplain kemarin, uang saya bisa hilang. Sementara di buku tabungan saya masih ada tercatat. Sewaktu mau dicairkan, sudah bisa karena dananya kosong di rekening. Ini yang kami tuntut sekarang. Kembalikan uang kami,” ketus H Lalling, diamini Wa Lanto.
Sama yang dialami Hj Gusnani, istri H Podda. Uang tabungannya sebesar Rp500 juta lebih telah dipindahbukukan ke rekening atas nama orang lain melalui transaksi ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Padahal dia tidak pernah membuat ATM, selain rekening tabungan.
“Yang kami heran ada transaksi uang keluar dari ATM. Padahal kami tidak pernah buat ATM Mandiri di rekening itu. Ada juga rekening tabungan saya Rp2 miliar, terjadi transaksi sebanyak 39 kali tanpa sepengetahuan saya. Yang jelas kami tuntut Bank Mandiri, karena kami tidak tahu siapa itu Rs dan Ar. Karena mereka mengaku pegawai Bank Mandiri,” tandas H Podda.
Dihubungi terpisah, kemarin, Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono kembali meminta kepada seluruh nasabah Bank Mandiri yang kehilangan dana dan merasa dirugikan untuk segera melapor.
”Kami sudah berkali-kali sampaikan nasabah melalui pimpinan Bank Mandiri Sidrap agar para korban segera melapor untuk dilakukan upaya hukum,” katanya. (ady/rus/b)

Exit mobile version