Site icon Berita Kota Makassar

Sistem Zonasi Belum Berjalan Maksimal

GUBERNUR Sulsel, HM Nurdin Abdullah, juga menilai pemberlakukan sistem zonasi pada mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi Sulsel sudah berjalan namun belum maksimal. Pasalnya, masih saja timbul gejolak dari orang tua murid yang anaknya tidak tertampung di sekolah negeri yang lokasinya dekat dengan rumah mereka.
“Bayangkan, ada siswa yang jarak rumahnya tidak sampai 100 meter dari sekolah namun tidak masuk di sekolah tempatnya mendaftar. Padahal siswa tersebut tinggal di daerah yang cukup dekat dengan sekolah,” ungkap Nurdin usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan di Hotel Claro Makassar, Senin (19/8).
Dia menilai masih ada sejumlah kepala sekolah yang tidak punya hati nurani melakukan permainan dalam proses PPDB tersebut.
“Ssbenarnya sistem zonasi ini sangat bagus. Cuma para kepala sekolah harus lebih konsisten untuk membangun sistem. Sehingga tidak salah menerima calon siswa,” jelasnya.
Dia mengatakan, sebenarnya jika proses PPDB dilaksanakan secara profesional dan dipersiapkan lebih awal, riak-riak yang terjadi pasca PPDB tidak perlu terjadi.
Selain itu, tambah orang nomor satu Sulsel tersebut, dalam mekanisme dan proses pendaftaran, sekolah harus bersinergi atau proaktif berkoordinasi dengan RT/RW/ hingga lurah maupun camat setempat untuk memastikan apakah calon siswa yang mendaftar merupakan penduduk setempat.
“Tapi saya lihat, sekolah masih jalan sendiri. Tinggal diam menunggu pendaftar. Padahal kalau bersinergi dengan pemerintah setempat, tidak ada masalah. Tinggal minta data berapa data yang akan mendaftar pada tahun ajaran berjalan,” ungkap Nurdin.
Dia berharap agar tahun ajaran selanjutnya tidak ada lagi persoalan yang muncul akibat sistem zonasi ini.
“Jadi kita harus sama-sama duduk merencanakan dengan baik,” tambahnya.
Kendati PPDB berakhir, memang muncul riak-riak. Seperti yang terjadi pekan lalu di rumah jabatan. Sejumlah orang yang mengaku Forum Orang Tua Siswa melakukan aksi demonstrasi menyoroti sistem zonasi yang dilaksanakan selama ini.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel Irman Yasin Limpo mengemukakan zonasi sudah jadi ketentuan Permendikbud bukan kemauan dari Pemprov Sulsel.
“Saya tidak mau satu sistem saya di penjara. Saya saja punya anak tidak lulus tahun lalu. Acuannya Permendikbud. Sosialisasi juga sudah kami lakukan,” ucapnya dihadapan orang tua siswa.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel, A Sudirman mengatakan bahwa PPDB tahun ini berjalan dengan baik, sistem zonasi telah menciptakan keadilan dalam pemerataan pendidikan.
“Saya ingat waktu sekolah, cenderung orang tua dambakan sekolah yang jauh berada di kota. Saat ini sudah berimbang tak lagi ada dikatakan sekolah favorit.Yakin saja, kalau guru mengajar baik dan siswa belajar dengan giat akan memberikan hasil yang baik pula,”terang Sudirman. (rhm)

Exit mobile version