SIDRAP, BKM — BUMD Provinsi DKI Jakarta yang bergerak di sektor pangan, PT Food Station Tjipinang Jaya, melakukan kunjungan kerja sekaligis menjajaki kerjasama sektor perberasan ke Kabupaten Sidrap, Rabu, (21/8).
Hadir Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta yakni Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP), Biro Perekonomian dan Bank Indonesia DKI Jakarta.
Rombongan diterima Bupati Sidrap, H Dollah Mando di ruang kerjanya. Dollah menyampaikan terima kasih telah berkunjung di Kabupaten Sidrap.
“Selamat datang di Kabupaten Sidrap, daerah yang dikenal sebagai sentra produksi beras,” sambut Dollah didampingi Sekkab, Sudirman Bungi.
Sidrap, memiliki surplus stok beras yang selalu dikirim ke daerah-daerah lain. “Ini merupakan potensi untuk dikerjasamakan, selama dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemkab tentu mendukung,” sebut Dollah.
Usai diterima Bupati, rombongan mengikuti pertemuan di Ruang Rapat Sekkab Sidrap. Pertemuan dihadiri Kepala BPS Sidrap, Misbahuddin, Ketua Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sidrap, Hasnawi dan sejumlah anggotanya.
DKPKP DKI Imam Wahyudi mengatakan penduduk Jakarta memerlukan stok beras yang berasal dari daerah surplus produksi beras. “Kami butuh beras dari daerah lain. Tapi yang Kami incar daerah yang surplus, seperti Sidrap ini,” jelas Imam.
BI DKI Jaka Setiawan mengatakan Jakarta memerlukan solusi atas ketersediaan pangan yang berkelanjutan.
“Ketersediaan pangan dan stabilitas harga sangat berpengaruh terhadap inflasi, dan dampaknya ke perkonomian. Ini yang menjadi tugas Kami di Bank Indonesia,” ungkapnya.
Perwakilan PT Food Station, Ferri mengaku siap melakukan pembahasan lebih lanjut dengan pengusaha beras di Kabupaten Sidrap.
“Kita sudah bangun komunikasi, gambaran dan mekanisme kerja samanya akan Kita bahas lebih jauh khususnya dengan Perpadi Sidrap,” ujar Ferri.
Sekkab Sidrap, Sudirman Bungi berharap penjajakan itu berujung pada kerjasama konkret yang menguntungkan kedua belah pihak dan mendorong industri perberasan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidrap.
“BUMD untung, penggilingan untung, dan terpenting petani juga dapat menikmati harga yang lebih baik, lebih bahagia tidak hanya menjadi penonton,” tegas Sudirman. (ady/C)
