MAKASSAR, BKM — Sejak resmi beroperasi pada Juli 2019, sebanyak 50 hotel yang tersebar di Makassar, Palu, dan Manado dengan 2000 kamar, telah bergabung dengan jaringan OYO Hotels.
Sebagai langkah awal dalam ekspansinya ke wilayah Indonesia Timur, OYO Hotels and Homes (OYO), jaringan hotel terbesar di Indonesia dan terbesar ketiga di dunia dengan pertumbuhan tercepat (berdasarkan jumlah kamar), kini resmi diluncurkan di Kota Makassar, Palu, dan Manado.
OYO telah menunjukkan perkembangan menjanjikan. Di Makassar, dalam kurun waktu 1 bulan sejak beroperasi, saat ini telah ada 30 hotel yang bergabung dengan jaringan OYO di kota yang dikenal sebagai hub utama untuk Indonesia bagian Timur.
Gaurav Prajapati, Region Head OYO mengatakan, melalui model bisnis full-stack berbasis teknologi, OYO berkomitmen mentransformasi industri perhotelan di Makassar. ”OYO memiliki misi mentransformasi hotel lokal menjadi akomodasi berkualitas dengan harga kompetitif. Juga, menjamin tingkat kepuasan pelanggan dengan menghadirkan pengalaman menginap yang berkualitas dan terstandarisasi. Kami membantu mitra pemilik hotel kecil dan menengah untuk mengelola propertinya dari hulu sampai hilir meliputi aspek teknologi, bisnis, dan transformasi properti, dengan kemampuan operasional terbaik, mulai dari sistem manajemen pendapatan, teknologi pemesanan, kontrol kualitas, jangkauan pemasaran, hingga AI (kecerdasan buatan) yang efisien. Dengan langkah awal kami di Pulau Sulawesi khususnya di kota Makassar, kami berkomitmen untuk berkontribusi lebih kepada industri perhotelan di wilayah timur Indonesia,” kata Gaurav di Makassar, beberapa hari lalu.
Dukungan bisnis yang dihadirkan OYO untuk para mitra melalui inovasi teknologi juga memungkinkan tingkat okupansi hotel-hotel OYO di Makassar meningkat sebesar 30 sampai 35 persen setelah bergabung dengan jaringan OYO. Dukungan teknologi juga memungkinkan OYO untuk mampu mentransformasi dan merenovasi properti hanya dalam kurun waktu 3 sampai 14 hari.
”Kami menawarkan lebih dari 20 solusi berbasis aplikasi untuk memastikan operasional hotel yang mudah, serta memastikan pengalaman menginap terstandarisasi bagi tamu,” tambah Gaurav. (mir)