MAKASSAR, BKM–Bank Sampah kota Makassar kini mulai mempersiapkan program digitalisasi persampahan di Makassar. Hal ini diutarakan langsung Direktur Utama Bank Sampah Pusat, Saharuddin Ridwan di sela Re-Launching Clean dan Clear Yayasan Peduli Negeri, di Aula BKPSDM, pekan lalu.
Sahar sapaannya mengatakan, Bank Sampah kedepannya akan dibuatkan sistem digital. Sistem digital ini untuk memantau dan melihat transaksi sampah secara real time di setiap bank sampah unit yang ada di Makassar.
“Perputaran uang di Bank Sampah periode Januari hingga Juni 2019 sudah mencapai Rp 600 juta, tentu angka ini tidak lepas dari peran serta pejuang-pejuang sampah di Makassar. Kedepan kita akan buatkan sistem digital yang bisa menilai secara fair transaksi bank sampah di Makassar,” kata Sahar.
Sahar menargetkan, pencapaian bank sampah tahun ini bisa meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Ia mendata, sejak Januari hingga Mei 2019, pihaknya berhasil mereduksi 60 ton sampah anorganik ke Tempat Pembuangan akhir.
Meski begitu, dari 1000 Bank Sampah unit yang mendapat SK dari UPT Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, hanya setengahnya yang dinyatakan aktif.
Alhasil, ia berencana akan menggandeng Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Setda kota Makassar untuk membantu mengaktifkan kembali Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat RT/RW.
“Kita minta BPM agar program bank sampah masuk dalam indikator penilaian utama insentif RT/RW, kalau ada bank sampah tingkat RT otomatis lingkungan di area tersebut akan bersih, manfaat sosialnya bisa lebih dirasakan,” ucap Sahar.(nug/war/c)
Bank Sampah akan Digitalisasi
