TIDAK semua cemilan yang diperjual belikan dipasaran sehat dan higenis. Menciptakan cemilan sehat dan berkhasiat menjadi salah satu poin penting bagi Fenny Angraeni. Banyak jenis kue yang dijualnya semuanya untuk vegetarian.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Sejak menempuh kuliah di jurusan kesehatan masyarakat, Universitas Hasanuddin tahun 2010, Fenny sudah banyak mengkreasikan usaha kuenya tanpa menggunakan tepung terigu, tanpa gula dan tanpa telur. Sehingga tidak heran, tidak menggunakan bahan baku tersebut, kue milik Fenny terkenal sehat dan cocok dikonsumsi untuk orang diet.
“Sudah seharusnya kita ini memberikan penyuluhan pentingnya kesehatan. Saya buatlah kue karena pemikiran saya, siapa sih tidak suka cemilan, tapi cemilan yang sehat itu sangat jarang, makanya saya mau buat cemilan tanpa adanya gula, telur dan tepung. Kita bisa mengemil tanpa perlu konsumsi tiga bahan itu sebenarnya,” ungkapnya saat ditemui penulis baru-baru ini.
Perempuan kelahiran Toraja, 3 Maret 1992 ini menggungkapkan, awal mula dirinya membuka usaha kue yang diberi nama Fenny Pastry saat dirinya melakukan riset tentang kesehatan disalah satu pemukiman penduduk di Sinjai. Dirinya banyak melihat masyarakat terkena penyakit hipertensi, kolesterol yang mungkin timbul akibat terlalu banyak menyantap camilan tak sehat.
Padahal disana itu, mereka semua petani yang menghasilkan banyak sayur segar.”Timbullah niatan saya membuat cemilan sehat, awalnya puding dari sayuran. Saya membeli sayuran mereka seikat itu Rp 2500. terus saya olah, dan coba-coba jual dilingkup kampus seharga Rp 5.000, dan banyak yang suka karena katanya manis dan rasanya itu alami, padahal mereka tidak tahu itu dari sayur,” bebernya.
Kini jangan ditanya Fenny sudah membuat banyak jenis kue dengan bahan dasar sayur dan buah-buahan saja. Karena hobbynya membuat kue dan keinginanya menjadi pebisnis dan jurusannya bidang kesehatan, Fenny menggabungkannya semua itu, baik sisi sosial dengan kewirausahaan dengan meluncurkan produk Vegetart.
“Semua bahan sayur saya ambil disana (sinjai) semua, saya ingin membantu para petani sayur disana agar terus berkembang. Sekarang macam-macam kue saya buat dan semuanya bisa dikonsumsi untuk orang diet dan berkebutuhan khusus yang terkena kolesterol dan hipertensi. Saya jual sesuai ukuran dan jenisnya, harganya mulai Rp20 ribu sampai Rp250 ribu,” jelasnya.
Selain itu, anak pertama dari enam bersaudara ini mengaku sudah membuka gerai dijalan daya, perintis kemerdekaan. Serta membuka jasa pengolahan sayur menjadi oabt herbal seperti penambah nafsu makan dan penyakit lainnya.
“Saya ingin ilmu dan pengetahun saya, bisa membantu orang dengan menerapkan kualitas hidup sehat sejak dini. Biasanyakan susah untuk diubah, tapi bisa sedikit-sedikit lewat pola makan yang sehat dulu,” ucapnya. (*)
