MAKASSAR, BKM — Dua pria berada dalam sel tahanan Mapolsek Panakkukang. Setiap hendak bergerak, terdengar suara meringis yang tertahan. Mereka berusaha menahan sakit.
Di betis kanannya terdapat perban putih melilit. Membungkus bekas luka.
Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan, kedua pria berwajah mirip itu kakak beradik. Sang kakak bernama Agus Daeng Serang. Sementara adiknya Jamaluddin Hermawan.
”Terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan, karena melawan petugas saat proses pengembangan kasus. Mereka berusaha melarikan diri,” terang Kompol Ananda, Minggu (25/8).
Agus dan Jamal, disebutkan terlibatkan dalam kasus pembunuhan di Kompleks IDI Lorong 45 pada Kamis malam (21/8). Selanjutnya, pada Jumat malam (23/8) dihadiahi timah panas. Saat itu, mereka digiring guna menunjukkan barang bukti yang digunakan membunuh korban.
Sebelumnya, kata Ananda, pihak Polsek Panakkukang menerima aduan tindak pidana pembunuhan. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Resmob yang dipimpin Panit 2 Reksrim Ipda Roberth Hariyanto Siga. Mereka diback up Timsus Polda Sulsel, dipimpin Panit Timsus Ipda Artenius MB.
Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa peristiwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh dua orang. Mereka kakak beradik.
Usia melakukan aksinya, Agus dan Jamal kemudian bersembunyi di rumah iparnya Jalan Deppasawi, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate. Di sana tim gabungan mengepungnya. Keduanyapun berhasil diringkus.
Kepada polisi yang memeriksanya, keduanya mengaku bersama-sama membantai korban bernama Daeng Boha hingga tewas. Satu korban lainnya, Kardi juga ditebas oleh pelaku.
Tersangka Agus mengaku berulang kali memarangi korban. Sementara Jamal menikam Kardi menggunakan badik. Kondisi Kardi kritis dan harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Adapun motifnya, lanjut Kompol Ananda, karena tersangka Agus terlibat tabrakan dengan Kardi sebelum pembunuhan berlangsung. ”Tersangka Agus marah saat terlibat tabrakan dengan salah satu korban, yakni Kardi. Tepatnya di pertigaan Kompleks IDI. Saat itu pelaku terjatuh hingga mengalami luka. Sementara Kardi melarikan diri,” jelas Ananda lagi.
Usai kecelakaan lalulintas tersebut, Agus kemudian menyampaikan peristiwa yang baru saja dialaminya ke Jamal. Selanjutnya, berbekal senjata tajam parang dan badik, keduanya lalu mencari Kardi.
Ternyata, Kardi didapati tengah hadir di rumah keluarganya yang tengah berduka. Keduanya langsung menghampiri Kardi. Keributan pun tak terhindarkan.
Agus dan Jamal sempat menjadi sasaran pengeroyokan keluarga Kardi yang ada di lokasi. Dalam situasi terdesak, mereka pun langsung mengeluarkan senjata tajam yang dibawanya. Menyerang secara membabibuta.
Dua orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Kardi menderita luka tikaman. Sementara Daeng Boha tak terselamatkan.
Dari penangkapan kedua tersangka, tim gabungan mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan membunuh dan menikam dua orang korban. (ish/rus)
Membunuh di Rumah Duka, Kakak Beradik Ditembak
