GOWA, BKM — Memasuki musim kemarau saat ini, potensi terjadinya bencana kebakaran sangat tinggi. Mulai dari kebakaran lahan maupun kebakaran rumah. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Gowa menyebutkan, dari periode Januari hingga Agustus 2019, sekitar 31 kasus kebakaran telah ditangani.
Dua di antaranya kebakaran lahan. Bahkan, sejak tiga bulan terakhir mengalami peningkatan, yakni pada Juni terdapat dua kasus kebakaran, pada Juli terdapat lima kasus kebakaran, sementara Agustus naik hingga delapan kasus kebakaran.
Meningkatnya jumlah kasus kebakaran tersebut, dinas Damkar Gowa kembali menegaskan agar masyarakat mengambil peran penting dengan mencegah beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Salah satunya berhenti membakar sampah. Apalagi hal ini telah diatur dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.
”Dari tahun-tahun sebelumnya kita sudah berulang kali mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan langkah antisipasi dalam menghindari terjadinya kebakaran. Apalagi dimusim kemarau seperti ini,” kata Kadis Damkar Gowa, Rostam Razak, saat ditemui wartawan, Senin (26/8).
Olehnya itu, masyarakat diminta lebih meningkatkan kesadarannya agar mengikuti aturan-aturan tersebut. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menghindari terjadinya bencana kebakaran meliputi mengindahkan aturan UU untuk tidak lagi membakar sampah sembarangan.
Selain berefek pada kesehatan dan lingkungan, membakar sampah juga sangat berpotensi memicu terjadinya kebakaran yang tentunya akan menimbulkan kerugian harta benda hingga korban jiwa. Berhati-hatilah dalam menggunakan alat yang rawan memicu api atau mudah terbakar, seperti kertas, kayu, dan plastik.
Termasuk pula berhati-hati saat menggunakan listrik, saat menggunakan obat nyamuk bakar dan kompor termasuk kompor yang menggunakan gas. ”Jangan meninggalkan kompor saat dalam kondisi menyala. Begitu pun saat menggunakan lilin harus diawasi dengan baik,” tegasnya.
Hal penting lainnya yang harus dilakukan masyarakat umum, yaitu menyiapkan alat pemadam kebakaran disetiap rumah masing-masing. Baik itu alat pemadam modern atau alat pemadam api ringan maupun alat pemadam tradisional, yakni pasir dalam drum dan karung goni. (sar/mir)
Hingga Agustus, Kebakaran di Gowa Terjadi 31 Kali
