SINJAI, BKM — RAPBD-P 2019 Kabupaten Sinjai bertambah Rp 14 milyar lebih. Semula RAPBD sebesar Rp 1,123 triliun lebih naik menjadi Rp 1, 137, bertambah Rp 14 milyar lebih atau meningkat 1,24 persen.
Jumlah tersebut meliputi PAD, semula Rp 90,40 milyar lebih lalu dalam perubahan ditarget bertambah menjadi Rp 100,57 milyar lebih atau 10,12 persen.
Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa pada paripurna DPRD saat pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Pendapatan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun 2019 Kabupaten Sinjai, Senin (26/8). Untuk dana perimbangan di APBD Pokok Rp 882.254 milyar lebih dalam perubahan APBD menjadi Rp 882.257 milyar lebih, bertambah Rp 2.6 juta lebih.
Kemudian, pendapatan daerah yang sah semula di APBD Pokok sebesar Rp 150.85 milyar lebih di perubahan menjadi Rp 154.77 milyar Iebih. Mengalami peningkatan sebesar Rp 3,91 milyar lebih atau 2,53 persen.
Untuk belanja daerah semula direncanakan Rp 1,34 trilyun lebih dalam perubahan APBD menjadi R 1,26 trilyun lebih. berkurang Rp 80,11 milyar lebih atau 6.32 persen.
Belanja tidak langsung APBD Pokok tahun 2019 sebesar Rp 642.93 milyar lebih dalam perubahan APBD menjadi Rp 635.44 milyar Iebih. Berkurang Rp 7.49 milyar lebih atau 1.18 persen.
Sedangkan, belanja langsung APBD Pokok dianggarkan Rp 705,58 milyar lebih di perubahan APBD menjadi Rp 632.95 milyar lebih. Berkurang sebesar Rp 72.62 milyar lebih atau 11.47 persen.
Pembiayaan daerah di APBD Pokok Rp 225 milyar dalam perubahan menjadi Rp 130.78 milyar lebih. Bertambah Rp 94.21 milyar lebih.
Menurut Seto PAD juga dilakukan untuk menyesuaikan dengan potensi dan prediksi penerimaannya sampai dengan akhir tahun anggaran.
”Saya atas nama Pemkab berharap pembahasan sedianya tak terlalu lama. Sehingga Perda tentang perubahan APBD tahun 2019 ditetapkan lebih cepat dari waktu yang ditentukan,” harap Seto. (din/D)
RAPBD-P Bertambah 14 M
