Site icon Berita Kota Makassar

Dishub akan Buat Marka Baru untuk Parkir

MAKASSAR, BKM–Keinginan Pemerintah Kota Makassar untuk melakukan penataan perparkiran terkhusus di wilayah tertib lalulintas terus dilakukan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Mario Said, mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus pada konsep serta kajian agar perparkiran tertata dengan baik.
“Sementara kita masih susun konsep dan melakukan kajian menyangkut masalah parkir itu sudah hampir selesai. Kami juga sempat melakukan pengecekan langsung dilapangan,” kata Mario.
Setelah semua konsep dan kajian selesai, lanjut Mario, pihak Dishub akan mengundang beberapa pihak, seperi PD Parkir, Kepolisian, Satpol PP dan Dishub Sulsel untuk menyamakan persepsi kemudian diusulkan ke Pj Wali Kota.
“Kalau semua pihak menyetujui barulah kita buat kesepakatan untuk dijadikan dasar dalam melakukan penataan perparkiran yang dilakukan nanti oleh PD Parkir kemudian pelanggarannya akan ditindaki oleh Dishub bekerjasama dengan kepolisian,” ujarnya.
Apabila kedepannya anggaran dishub memungkinkan untuk melakukan beberapa program, maka pihaknya akan membuat markah baru khusus parkir di sejumlah ruas jalan di Kota Makassar.
“Jadi kalau itu terwujud nanti pasti akan jelas kalau ada parkir diluar dari markah maka pasti akan kita tindaki dengan penggembokan atau sanksi lainnya seperti penilangan oleh kepolisian,” ungkapnya.
Selain itu, secara internal, personel Dishub Makassar juga terus melakukan pengawasan perparkiran di setiap ruas jalan, bahkan Mario menargetkan pekan depan pengawasan sudah memiliki jadwal.
“Yang personel kita lakukan nanti secara mobile untuk mengawasi perparkiran begitupun dengan pak ogah dikawasan tertib lalulintas. Ini juga perintah pak Wali sehingga konsep kami nanti juga terlebih dahulu kita minta arahan dari pak wali,” ungkapnya.
Adapun target penataan perparkiran oleh Dishub yakni di wilayah tertib lalulintas seperti Jalan Penghibur, Ahmad Yani, Sudirman, Pengayoman, dan Boulevard serta beberapa jalan lainnya.
Selain penataan parkir, aktivitas Pak Ogah di putaran atau di persimpangan jalan juga masih menjadi tugas utama Dishub Kota Makassar. Selain melakukan penertiban, Dishub Kota Makassar juga akan berdayakan Pak Ogah.
Mario Said menyebut, Pak Ogah atau pemandu pengendara yang marak ditemui di putaran jalan adalah persoalan sosial yang perlu segera diselesaikan. Olehnya itu dibutuhkan adanya kerjasama baik di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Dinas Sosial Kota Makassar, Satpol PP Makassar serta termasuk Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Makassar.
“Razia penertiban Pak Ogah adalah langkah awal. Namun meskipun sering dirazia mereka (Pak Ogah) kembali lagi muncul. Jadi perlu solusi yang tepat agar Pak Ogah ini tidak ada lagi. Segera ini kami akan koordinasi dengan dinas terkait untuk membahas persoalan Pak Ogah,” kata Mario Said, kemarin.
Yang ingin ditawarkan Mario, bagaimana Pak Ogah di Kota Makassar diberdayakan, diberikan keterampilan bekerja ataupun berwirausaha. Dengan begitu Pak Ogah mendapatkan penghasilan dari bekerja atau bisnis dan bukan dengan berdiri di putaran jalan lagi.
“Pak Ogah itukan pasti masalah sosial, masalah perut. Jadi sebaiknya mungkin diberikan pelatihan untuk bisa bekerja atau berwirausaha. Ini yang mau kami koordinasikan dengan dinas terkait untuk bersama bekerjasama menyelesaikan persoalan ini. Kalau perlu diberikan bantuan modal agar mereka itu bisa membuka usaha,” terangnya.
Adapun langkah awal yang ingin dilakukan lanjut Mario, melakukan penertiban Pak Ogah yang kembali ramai di jalan. Dari situ, Pak Ogah diberikan pembinaan sekaligus ajakan untuk ikut dalam pelatihan.
“Besok kami sudah bisa turun operasi Pak Ogah. Kalau ada yang terjaring, kami berikan pembinaan dan tawari untuk ikut pelatihan. Jadi kalau tadinya mereka tidak mempunyai keterampilan, kami bisa berikan keterampilan melalui Disnaker Makassar dan bantuan modal kalau dari Dinas Koperasi Makassar,” tutupnya. (nug-arf/war/c)

Exit mobile version