PANGKEP, BKM — Kabupaten Pangkep kembali menjadi lokasi KKN pilihan dari berbagai perguruan tinggi. Kali ini Universitas Islam Makassar (UIM) yang menempatkan 375 orang mahasiswa dan Universitas Indonesia Timur (UIT) sebanyak 61 orang untuk melaksanakan KKN Tematik.
KKN tersebut diharapkan memberikan kontribusi kepada pihak Pemkab dalam melaksanakan pembangunan diberbagai bidang. Secara total, kedua perguruan tinggi swasta ini menempatkan 436 mahasiswa KKN tematik.
Wakil Bupati Pangkep, H Syahban Sammana, di hadapan mahasiswa KKN tematik dari UIM dan UIT di ruang pola kantor bupati, Senin (26/8), mengharapkan, agar para mahasiswa yang melaksanakan KKN tematik memberikan kontribusi kepada pihak desa dan warga setempat.
Seperti diketahui, KKN tematik ini mempunyai perbedaan dengan KKN pada umumnya. KKN tematik membutuhkan skill dan ilmu sesuai yang dibutuhkan warga desa setempat. Kedatangan mahasiswa UIM dan UIT merupakan peserta ke 10 dari 17 universitas yang melakukan penandatanganan MOU tentang KKN tematik bersama Pemkab Pangkep.
”Di tempat KKN, para mahasiswa harus bisa menunjukkan kemampuan dari hasil belajarnya selama di kampus yang harus diterapkan ke masyarakat,” ujar Syahban.
Putra mantan bupati Pangkep, almarhum H Hasan Sammana ini mengajak para mahasiwa yang ingin berlayar ke kepulauan terluar Pangkep di Kecamatan Kalmas, dapat ikut serta dengan Pemkab saat kunjungan kerjanya nanti pada Oktober mendatang.
Ketua rombongan UIM, Musdalifah Mahmud, dalam laporannya mengatakan, universitas membangun desa membantu kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan KKN tematik. Hal ini sejalan dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di desa dan sesuai tema KKN kali ini.
”UIM menempatkan 375 mahasiswa pada 7 kecamatan dan 25 desa sesuai program KKN tematik,” ujar Musdalifah.
Di tempat yang sama, ketua rombongan UIT, Khaerul Nur, menjelaskan, mahasiswa KKN tematik UIT sebanyak 61 orang. Mereka ditempatkan pada 6 desa di 3 kecamatan. (udi/mir/c)