MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah baru saja melakukan mutasi pejabat eselon II di jajarannya. Salah satu pejabat yang digeser adalah Kepala Dinas Pendidikan Irman Yasin Limpo.
Saat ini, jabatan yang ditinggalkan None –sapaan akrab Irman– dibiarkan kosong. Rencananya akan dilelang dalam waktu dekat. Untuk pelaksana tugas (plt) Kadisdik, Gubernur NA menunjuk Asri Syahrun Said.
Selain pejabat di internal Pemprov Sulsel, NA juga mempersilakan pejabat dari luar hingga akademisi untuk ikut lelang jika nantinya dibuka.
Meski belum dibuka lelang jabatan untuk jabatan eselon II strategis itu, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam menyebutkan saat ini pihaknya sudah menyiapkan tiga nama akademisi bergelar profesor ikut bidding atau lelang terbuka. Mereka yang membidik posisi kadisdik telah mengurus kelengkapan administrasi.
“Iye, ada tiga orang profesor dari UNM yang meminta rekomendasi dari saya. Rekomendasi saya berikan, karena memang syarat kalau seseorang mau ikut bidding jabatan eselon harus dapat rekomendasi dari pimpinan instansinya,” ujar Prof Husain, Rabu (28/8).
Meski tidak menyebut secara terbuka nama-nama yang akan ikut lelang jabatan, namun sebelumnya nama Prof Rumansya dan Prof Jufri dari UNM menjadi bahan perbincangan di internal Pemprov Sulsel.
Hanya saja, kemungkinan lain bisa saja terjadi. Mengingat keputusan pimpinan, dalam hal ini Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah merujuk pada hasil lelang jabatan terbuka.
Terkait adanya isu intervensi dari pihak kampus, Prof Husain menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dengan lobi-lobi tingkat tinggi tersebut.
“Wah, itu sekadar pikiran dan pendapat pribadi saja. Bukan intervensi, karena saya pun menyadari betul kalau itu bukanlah kewenangan saya. Tetapi semuanya terpulang kepada pemerintah, dalam hal ini gubernur dan wagub bersama sekprov,” tandas Husain.
Sebelumnya, Kepala BKD Sulsel Asri Syahrun Said yang dikonfirmasi, mengatakan jadwal lelang jabatan untuk sejumlah kepala posisi kepala OPD yang lowong masih dalam wacana. Ia mengakui belum ada kepastian terkait kapan dilaksanakan.
Namun, kata dia, lelang terbuka pada setiap OPD yang lowong tidak dilakukan serentak. Melainkan dilihat dari kebutuhan yang mendesak.
“Kita sesuaikan dengan kebutuhan, mana yang dianggap mendesak itu yang coba kita buka,” kata Asri Syahrun.
Selain itu, lanjut Asri, pihaknya tak ingin terburu-buru dalam menjalankan roda pemerintahan. Pasalnya, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Salah satunya adalah menunggu perda perangkat OPD yang baru, yang di dalamnya ada peleburan OPD.
“Itu semua kita pertimbangkan juga. Kita mencoba melihat pertimbangan yang mana efektif dan efesien. Kita tunggu saja perdanya,” tutur dia.
Hanya saja, mantan kepala BKD Kabupaten Bantaeng ini menegaskan, khusus Disdik Sulsel dirinya tengah mempersiapkan calon kepala dinas definitif.
“Saya di Dinas Pendidikan itu akan menjadi perhatian juga. Termasuk mempersiapkan calon kepala dinas definitif. Saya mengantarkan tugas rutin, biar tetap jalan semua,” ujarnya. (rhm/rus)