MAKASSAR, BKM–Munculnya sebuah gubuk di Pantai Losari membuat keindahan salah satu ikon pariwisata di Makassar sedikit rusak. Pemerintah Kota Makassar pun mengaku kecolongan atas hal tersebut.
Nampak sebuah bangunan semi permanen terbangun di salah satu sudut Pantai Losari. Bangunan tersebut terbuat dari kayu yang bahkan tampak dibangun seadanya.
Pemandangan ini cukup mengganggu para pengunjung yang ingin menikmati keindahan pantai ini. Pasalnya bangunan tersebut menampakkan kekumuhan Pantai Losari.
Kepala UPT Pengelolaan Pantai Losari, Nurul akbar, mengakui, jika pihaknya kecolongan lantaran rumah gubuk yang dibangun di atas Pantai Losari itu tersembunyi.
Menurut Nurul Akbar, bangunan tersebut awalnya adalah sebuah dermaga untuk fasilitas permainan perahu bebek, dan kemudian dialihfungsikan oleh pemiliknya menjadi hunian.
“Dulu ada ijinnya, mereka mampu kok meperlihatkan ijin, termasuk ijin unit usaha perairan dari Kementerian Perikanan. Tetapi lama kelamaan tidak ada aktifitas disitu, bahkan bukan lagi berupa dermaga tetapi sudah beralih fungsi menjadi hunian,” kata Nurul.
Atas temuan itu, lanjut Nurul, pihaknya melakukan pemanggilan kepada pemilik hunian tersebut untuk selanjutnya di perhadapkan ke Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang.
“Ini sementara kita lakukan koordinasi, kemarin pemilik usaha sudah dilakukan pemanggilan untuk menghadap langsung ke Kecamatan. Itu bagian dari bibir pantai anjungan Pantai Losari. Pengelola usaha itu bukan lagi memfungsikan tempat tersebut sebagai usaha tetapi sudah menjadikan tempat tinggal sehingga harus degera ditindak lanjuti,” ungkapnya.
Olehnya itu, dirinya memberikan tenggang waktu kepada pemilik hunian untuk segera membongkar bangunannya selambat lambatnya hingga Jumat (30/8) siang ini.
“Memang saya fikir secepatnya harus di bongkar, tetapi kita beri waktu tiga hari terhitung kemarin sampai jumat sore, kalau belum ada upaya membongkar maka hari Sabtu kita akan turun sekaligus untuk membongkar paksa bangunan itu,” jelasnya.
Menurut pengakuan Nurul, dermaga ini dialihfungsikan menjadi rumah tinggal sekitar kurang lebih dua bulan lalu. Rumah itu diketahui dihuni oleh satu orang yakni pemilik usaha permainan bebek-bebek.
“Terakhir saya liat bulan maret masih ada aktifitas usaha disitu, tetapi beberapa minggu di bulan maret itu ada dua armadanya tenggelam sehingga usahanya tidak berjalan lagi dan akhirnya dermaga itu dirubahlah jadi hunian,” terangnya.
Hingga saat ini, Pemerintah Kota Makassar belum memutuskan pemberian sanksi apa yang akan diberikan kepada pemilik hunian itu, melainkan berfokus agar bagaimana bangunan liar itu secepatnya bisa dihilangkan.
“Kita akui kecolongan karena posisinya agak tersembunyi, bulan april lalu sebenarnya kita sudah berikan teguran untuk menata dermaganya. Sehingga kedepannya pengawasan melekat akan terus berjalan. Biarlah kita berikan kesempatan dulu untuk membongkar sendiri sampai di hari jumat, kalau tidak terpaksa kita bongkar paksa,” tutupnya.(nug/war/c)
Pemkot Kecolongan Berdiri Gubuk di Losari
