MAKASSAR, BKM — Hingga saat ini, 15 unit Bus Rapid Transit (BRT) yang dihibahkan Kementerian Perhubungan Sulsel masih terparkir di lapangan upacara Kantor Gubernur Sulsel.
Sejak diserahterimakan Desember lalu, hingga kini, belasan unit bus besar itu tidak difungsikan.
Alasan sehingga bus-bus tersebut belum beroperasi karena belum dilengkapi surat-surat administrasi kendaraan.
Karena persoalan itu,Pelaksana tugas (Plt) Dishub Sulsel, Fahlevi, mengatakan, pihaknya mengajukan usulan penganggaran sekitar Rp500 juta untuk kebutuhan tersebut di APBD Perubahan.
Alokasi dana tersebut, kata Fahlevi, untuj pengurusan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), maupun surat tanda nomor kendaraan (STNK).
Anggaram sebesar Rp500 juta itu, lanjut dia, diusulkan dalam APBD Perubahan. “Jadi masih terkait pengurusan kelengkapan administrasinya. Kisaran seperti itu, Rp500 juta untuk 15 unit BRT,” ujar Fahlevi yang ditemui di kantor Gubernur Sulsel, akhir pekan lalu.
Diketahui, 15 unit BRT itu merupakan bantuan Kementerian Perhubungan untuk Pemprov Sulsel. Sejak Desember 2018 lalu resmi diserahkan pemerintah pusat, bantuan hibah angkutan umum tersebut belum juga dioperasikan.
Jika dokumen administrasi kendaraan sudah rampung, pihaknya akan kembali membahas soal penempatan pengoperasian angkutan umum ini. Meski demikian, dia mengaku 15 BRT tersebut direncanakan dibagi dan disebar ke beberapa daerah di Sulsel.
“Rencananya seperti itu. Tapi kita selesaikan kelengkapan administrasinya dulu. Kalau selesai ini, dibagi juga tidak masalah,” tutur dia. Fahlevi menambahkan, meski belum secara resmi difungsionalkan, BRT tersebut juga kadang dilperasionalkan untuk momen tertentu.
Penggunaannya dipinjam pakai dalam acara yang digelar sebagai kendaraan operasional. “Biasa kita pakai. Waktu hari anak nasional dipakai. Artinya dipanasin juga dia punya mesin,” pungkas Fahlevi.
Sebelumnya Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengaku, bakal mengirim delapan dari 15 BRT tersebut ke Kabupatan Tana Toraja dan Toraja Utara. Untuk menggenjot pengembangan potensi daerah di sektor kepariwisataannya, dengan dukungan aksesibilitas transportasi.
Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini berencana membuat sistem transportasi yang menghubungkan seluruh destinasi wisata di Toraja menggunakan armada BRT.
“Akan kita kirim delapan ke Tana Toraja dan Toraja Utara. Kita akan perlihatkan sistem transportasi yang bagus disana,” sebut Nurdin. (rhm)
