Site icon Berita Kota Makassar

Jenazah Digotong Gunakan Bambu dan Sarung

TAKALAR, BKM — Warga Desa Pattoppakang, Kecamatan Mangngarabombang, heboh. Sebagian warga terlihat histeris melihat jenazah digotong warga menggunakan sebatang bambu dan gulungan kain sarung keluar dari Puskesmas Pattoppakang.
Jenazah tersebut adalah Daeng Kanang, warga Desa Cikoang. Dia menghembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas Pattoppakang setelah dirinya tidak tertolong akibat penyakit diabetes meletius yang diidapnya selama ini.
Jenazah Daeng Kanang terpaksa digotong menggunakan bambu dan sarung, karena mobil ambulance milik Puskesmas tersebut tidak bisa digunakan karena sopir ambulance sedang tidak berada di tempat.
”Terpaksa kami gotong jenazah yang merupakan keluarga kami. Karena mobil ambulance tidak dapat digunakan dengan alasan sopirnya tidak ada,” kata Daeng Ngitung, keluarga Daeng Kanang, Minggu (1/9).
Tidak lama setelah jenazah Daeng Kanang sampai di rumahnya di Desa Cikoang, Kecamatan Mangngarabombang, sejumlah keluarga almarhumah mendatangi Puskesmas Pattoppakang untuk memintai pertanggungjawaban pihak Puskesmas atas apa yang terjadi.
Karena tidak ada pihak Puskesmas yang bersedia memberi klarifikasi mengakibatkan keluarga almarhumah naik pitam. Mereka merusak sejumlah peralatan medis yang berada dalam ruangan. (ira/mir/c)

Exit mobile version