Site icon Berita Kota Makassar

NA Janjikan 2.000 ASN Naik Pangkat Oktober

MAKASSAR, BKM – Sebanyak 2.000 lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, akan naik pangkat otomatis pada Oktober 2019. Kenaikan pangkat otomatis ini menjadi program pelayanan Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman.
Kepala Badan Kepegawaian Sulsel, Asri Sahrun Said mengatakan, dari jumlah 2.000 orang yang akan naik pangkat Oktober 2019 itu, 1.500 orang sudah rampung administrasinya.
Hal itu disampaikan Asri Sahrun kepada Gubernur, HM Nurdin Abdullah di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel, akhir pekan lalu.
Sementara itu, Gubernur Sulsel menegaskan, perbaikan layanan itu untuk memberi kenyamanan kerja bagi ASN di lingkup pemprov.
“Tidak ada lagi pegawai yang urus berkas kalau mau naik pangkat. Begitu juga kalau mau pensiun, duduk manis di rumah saja, nanti datang surat keputusan pensiun,” jelas Nurdin Abdullah.
Bupati Bantaeng periode 2008-2018 itu bahkan meminta, pejabat dan staf di Dinas Pendidikan, untuk kerja profesional dan sungguh-sungguh dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.
“Rakyat sudah membayar pajak untuk gaji kita. Kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat,” tegasnya.
Lebih jauh ditegaskan, tidak ada lagi pungutan liar di seluruh sekolah dibawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Pemprov Sulsel.
Gubernur mengaku, menerima banyak informasi mengenai adanya pungutan liar yang diduga dilakukan oknum kepala sekolah maupun guru dengan dalih untuk uang kursi dan biaya lain-lain yang dibebankan kepada anak didik.
“Sampaikan kepada komite tidak ada lagi pungutan kursi, gedung, sapu apalagi untuk bayar cicilan kredit kepada sekolah,” tegas Nurdin.
Untuk menghindari hal tersebut, Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman sudah menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 30 persen.
“Tahun ini saya naikkan TPP kita 30 persen tahun depan kita kasih naik lagi,” ungkap mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.
Selain itu, Gubernur Sulsel ini juga menyampaikan agar tidak ada lagi pemindahan kepala sekolah tanpa melalui pertimbangan yang matang.
“Mulai saat ini tidak ada lagi kepala sekolah yang dipindahkan begitu saja. Saya kira kita harus berubah, totalitas kita harus berubah,” ujarnya. (rhm)

Exit mobile version