Site icon Berita Kota Makassar

Bupati Takalar Komitmen Percepatan Pencegahan Stunting

TAKALAR, BKM — Bupati Takalar, H Syamsari Kitta didampingi Kepala Bagian Humas dan Protokoler, Syainal Mannan, menghadiri pernyataan bersama komitmen pelaksanaan percepatan pencegahan anak kerdil (stunting).
Kegiatan tersebut diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di halaman rumah jabatan bupati Bone, Selasa (3/9). Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Universitas Hasanuddin (Unhas) Makasar dalam rangka menyambut Dies Natalies Unhas ke-63 tahun. Turut hadiri sejumlah kepala daerah di Sulsel, diantaranya Bupati Wajo, Amran Mahmud, Bupati Pinrang, A Irwan Hamid, serta tuan rumah Bupati Bone, A Fahsar M Padjalangi.
”Persoalan stunting harus ditanggapi secara serius semua daerah. Saya minta kepala daerah untuk mengintervensi langsung dengan anggaran. Kita harus intervensi agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang sehat,” ujar Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
Kabupaten Takalar masuk dalam 1 dari 10 kabupaten di Sulawesi Selatan yang masuk dalam kategori stunting. Olehnya itu, Pemerintah Kabupaten Takalar berkomitmen untuk menangani stunting dengan menggandeng Universitas Hasanuddin.
Hal itu diungkapkan usai menandatangani pernyataan percepatan pencegahan stunting dihadapan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Rektor Unhas, Dwia Ariestina Pulubuhu.
”Pemerintah kabupaten akan menindaklanjuti pernyataan pencegahan ini dengan menawarkan kepada pihak Universitas Hasanuddin untuk perjanjian kerjasama antara Pemkab Takalar dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat untuk penanganan stunting,” tegas Bupati Takalar, H Syamsari Kitta.
Selain itu, bupati Takalar juga menegaskan, akan mengintervensi penganggaran sebagai langkah konkret untuk percepatan penanganan stunting melalui DAK dan APBD.
”Akan ada DAK dari pusat dan APBD, provinsi pun akan turun tangan Insya Allah,” pungkasnya.
Stunting adalah salah satu penyebab yang dikarenakan gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Sehingga mengakibatkan gangguan pada anak dan balita. Gejala stunting biasa terlihat pada badan penderita (anak) lebih rendah atau pendek dari standar usia. (ira/mir/c)

Exit mobile version