MAKASSAR, BKM — Pengerjaan perbaikan Jalan Hertasning terus digenjot. Pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut mulai melakukan rehabilitasi jalan. Selain itu, juga menata saluran drainase dan jalur pedestarian di sepanjang jalan yang diperbaiki.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Prof Rudy Djamaluddin, menjelaskan, agar tak menganggu pengendara dan membuat kemacetan, kontraktor diminta melakukan pengerjaan saat malam hari. Apalagi, akses jalan provinsi ini menjadi salah satu jalan penghubung Kota Makassar dan Kabupaten Gowa yang cukup padat.
“Jalur Hertasning mulai diperbaiki sedikit-sedikit. Berdasarkan pantauan, sejak tadi malam (Kamis malam) sudah ada tanda-tanda pengaman yang memudahkan orang untuk melihat jika ada perbaikan jalan yang dilakukan di sana,” ungkap Prof Rudi, Kamis (5/9).
Dia mengakui, progres pelaksanaan kegiatan tersebut mengalami sedikit keterlambatan. Hal itu diakibatkan adanya hambatan pada suplay beton pracetak untuk saluran drainase.
“Suplai saluran pracetaknya itu yang masih dalam tahap pengiriman,” ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya masih optimistis jika keterlambatan yang terjadi masih bisa terkejar.
“Secara progres, memang ada sedikit keterlambatan. Ini kita komunikasi terus dengan kontraktor pemenang tender supaya bisa menggenjot pekerjaan,” tambahnya.
Dia menekankan kepada kontraktor yang melaksanakan proyek tersebut agar memperhatikan kualitas pekerjaan. Bukannya hanya mengejar volume atau waktu keria saja.
“Rehab Jalan Hertasning sementara jalan. intinya yang kita terapkan itu bukan volume, tapi pengerjaan kualitas atau penguatan penguatan mutu. Bagaimana mereka bekerja sesuai undang-undang pengawasan mutu dan jasa konstruksi,” tegasnya.
Saat pengerjaan saluran drainase di sisi kanan Gedung DPRD Makassar, sempat timbul persoalan karena penggalian yang dilakukan di sana merobohkan pagar gedung wakil rakyat tersebut.
Prof Rudy mengakui jika itu adalah bencana yang tidak bisa dihindari. Saat pekerja akan membangun pondasi untuk drainase, ternyata pondasi pagar DPRD Makassat cukup dangkal. Sementara di satu sisi, harus dilakukan penganggalian drainase yang melebihi kedalaman pondasi pagar tersebut.
“Akibatnya, tanahnya longsor dan pagar DPRD Makassar roboh. Tapi kan kontraktor sudah selesaikan mereka bertanggung jawab. Pagarnya sudah dipasang kembali,” tambah Prof Djamaluddin.
Perbaikan jalan sepanjang 1,5 kilometer tersebut tercatat menggunakan anggaran sekitar Rp23 miliar. Targetnya, harus rampung Desember mendatang.
Mantan dosen Fakultas Teknik Unhas ini menjelaskan Jalan Hertasning akan dibuat menjadi jalan percontohan provinsi yang ada di dalam kota. Tak hanya badan jalan, jalur pedestarian dan irigasi juga akan ditata dengan baik.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Marga dan Bina Konstruksi Muh Arifin mengatakan anggaran yang ada akan menyelesaikan perbaikan sepanjang 1, 54 km, dari simpang AP Pettarani hingga batas Aroepala, depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Menurut Arifin, Jalan Hertasning sejak beberapa tahun lalu telah dikeluhakan masyarakat, lantaran banyak lubang dan titik bergelombang. Sehingga pada tahun ini dilakukan pemeliharaan sekaligus peningkatan infrastruktur jalan.
Katanya, Jalan Hertasning bakal disulap menjadi lebih ramah pejalan kaki dan jadi percontohan. Seperti menghadirkan pedestrian dan trotoar yang yang lebih luas dari yang ada saat ini. (rhm)
Perbaikan Hertasning Terhambat Suplay Beton
