Site icon Berita Kota Makassar

Andi Achmad Dinobatkan Karaeng Turikale ke-VIII

MAROS, BKM — Penobatan Karaeng Turikale ke-VIII, Brigadir Jenderal Polisi (Purn) DR Andi Achmad Aflus Mapparessa, dihadiri 80 Raja dan Sultan se Nusantara, di gedung serbaguna Pemkab Maros, Kamis (5/9).
Figur yang dipandang mampu memikul amanah dan tanggung jawab memangku jabatan Karaeng Turikale adalah H Andi Achmad Aflus Mapparessa bin Haji Andi Mapparessa Daeng Sitaba bin La Palaguna Daeng Marowa bin I Sanrima Daeng Parukka.
Kedatangan Karaeng Turikale Andi Mapparessa Dg Sitaba dikawal pasukan berkuda dari Bola Loppoe menuju gedung serbaguna tempat penobatan Karaeng Turikale akan digelar. Ada 8 bangsawan luar negeri juga menyaksikan prosesi penobatan ini. Di antaranya dari Amerika Serikat, Malaysia, dan Meksiko.
Selain itu, hadir pula Sultan Sepuh Cerebon, Sultan Sumbawa, Raja Tapanuli Selatan, Sultan Sekala Berak Lampung, Sultan Kutai Kartanagara. Menurut Karaeng Turikale ke-VIII, Andi Achmad Aflus Mapparessa, sekarang kekaraengan itu sudah tidak seperti pada masa pemerintahan adat sebelum Republik Indonesia merdeka. Masa NKRI tentunya menjadi partner untuk menggali dan melestarikan adat istiadat dan budaya.
”Dengan adanya penobatan ini, semangat kebersamaan yang akan kita bangun adalah semangat kebersamaan yang menciptakan kedamaian dan persatuan dan menjadi partner pemerintah,” ujarnya.
Sambung Karaeng Turikale, Andi Achmad Aflus Mapparessa, perlu membangkitkan kembali kekaraengan ini dalam arti positif. ”Kita harus mengambil bagian dalam pemerintahan ini untuk menjadi partner pemerintah,” katanya.
Sultan dan raja yang hadir pada penobatan Karaeng Turikale ini rencananya menghadiri Festival Keraton Nusantara di Luwu pada 9 September mendatang. Diketahui, terbentuknya Karaeng Turikale sejak abad ke-17 Masehi.
Sejumlah pejabat juga ikut berpartispasi memeriahkan acara ini, yakni Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Wakil Bupati Maros, A Harmil Mattotrang, mantan Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam bersama para pemerhati adat.
Penobatan ini juga disaksikan aliansi Toddolimayya ri Marusu. Ada banyak tradisi dan prosesi adat penobatan raja yang merupakan warisan kekayaan budaya khas Turikale yang disaksikan kembali.
Sebelumnya, rangkaian dari prosesi adat penobatan Karaeng Turikale, dilakukan penyambutan kedatangan Raja Tapanuli Selatan, YM Daulat Raja Agung Panaturi Hasadon Tapanuli Selatan, Joner Rambe di Bola Loppoe Turikale Maros.
Penyambutan secara adat itu, dilanjutkan penyerahan tanda persaudaraan dari Raja Tapanuli Selatan kepada Karaeng Turikale. Tanda Persaudaraan berupa seekor kerbau jantan yang diserahkan kepada Karaeng Turikale.
Diketahui, keturunan langsung Karaeng Turikale bersama keluarga besar dan tokoh adat sesepuh Turikale bersama Lembaga Adat Kekaraengan Turikale Kabupaten Maros telah memutuskan dan menyepakati untuk melakukan prosesi penobatan Karaeng Turikale yang baru. (ari/mir/c)

Exit mobile version