TAKALAR, BKM — Sejumlah anggota DPRD Takalar yang tengah melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) orientasi di Hotel Pesonna, Jalan Mappanyukki, Makassar, menyesalkan sikap Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pihak penyelenggara Bimtek orientasi.
Kekesalan anggota DPRD Takalar mencuat lantaran kondisi ruangan hotel dinilai tidak reprensentatif. Sehingga proses pelaksanaan orientasi tidak berjalan maksimal. ”Kamar tidur dan room orientasi sangat kecil dan terasa sumpek,” kata Husniah Rahman, anggota DPRD Takalar, Rabu (4/9).
Bahkan, Husniah Rahman menuding pelaksana kegiatan Bimtek orientasi tidak profesional menjalankan tugasnya dan terkesan hanya memburu keuntungan. Hal itu dikatakan, karena anggaran yang digunakan bersumber dari masing-masing anggota dewan sebesar Rp4.375.000.
”Seharusnya kami mendapatkan fasilitas yang baik dalam pelaksanaan Bimtek ini. Karena kegiatan ini dibiayai masing-masing peserta. Bagaimana kami tidak kesal, satu kamar kecil ditempati dua anggota dewan,” tandas Husniah Rahman.
Karena tidak ada solusi yang diberikan pihak pelaksana dalam hal ini BPSDM Sulsel. Sejumlah anggota dewan lainnya termasuk Husniah Rahman dan pimpinan sementara DPRD Takalar, terpaksa memboking kamar tidur hotel yang lebih besar.
”Terpaksa kami menyewa kamar hotel yang lebih besar dengan merogoh kocek masing-masing,” kata Muhtar Maluddin, pimpinan sementara DPRD Takalar. (ira/mir/c)