Site icon Berita Kota Makassar

NA-ASS Jalan Kaki 5,7 km ke Kampus Merah

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah didampingi Wakil Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman meramaikan event Jalan Santai dan Family Ghatering dalam Rangka Dies Natalis ke-63 Unhas, Minggu (8/9). Kegiatan ini juga dimanfaatan untuk mengampanyekan “Sulsel Bebas Penggunaan Plastik”.
Jalan santai itu mengambil rute start dari Kantor Gubernur Sulsel dan finish di Kampus Unhas Tamalanrea.
Ribuan orang, termasuk Rektor Unhas, Prof Dwie Aries Tina Pulubuhu dan Ketua TP PKK Sulsel, Lies F Nurdin dan Pj Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Agar lebih bersemangat hingga tiba ke finish, peserta jalan santai diiringi musik tanjidor.
Nurdin Abdullah bersama Wakil Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman dan Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu bersama-sama menempuh jarak sekitar 5,7 km dengan waktu 1 jam 10 menit.
Rektor Universitas Hasanuddin, Dwia Aries Tina Pulubuhu mengemukakan, penyelanggaraan dies natalis ini menunjukkan bentuk dan wujud kolaborasi berbagai pihak, khususnya para alumni Unhas.
“Kami bangga punya alumni Universitas Hasanuddin yang sukses berkiprah pada bidangnya masing-masing dan alumni sekarang sudah punya Kantor sekretariat pusat di Jakarta,” paparnya.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyampaikan, di usianya ke-63 tahun Unhas telah memberikan kontribusi yang besar bagi Sulsel.
“Di usia 63 tahun ini telah meraih banyak prestasi dan juga banyak hasil-hasil karya. Tentu juga alumni-alumni banyak berkiprah di berbagai level sampai tingkat nasional. Kita berharap para alumni bisa terus memberikan kiprahnya. Khususnya dalam rangka mempercepat pembangunan di Sulawesi Selatan,” harap Nurdin.
Wakil Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman juga menyampaikan harapannya di Dies Natalis Unhas, sebagai Alumni Unhas ia menyampaikan bahwa dunia sudah berubah dan tantangan zaman begitu kompleks. Di dunia telah terjadi disrupsi yang sangat banyak dan bermacam-macam.
Oleh karena itu, Unhas dituntut untuk tidak biasa-biasa saja. Lulusan Unhas diharapkan hadir di tengah masyarakat dengan kerja yang luar biasa.
“Tidak hanya berindeks prestasi tinggi, tapi lulusan Unhas diharapkan punya ide dan perilakunya dalam merespons persoalan kekinian, bagaimana lulusan mampu berinovasi agar bisa memengaruhi perubahan dunia untuk kebaikan,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.
Salah satu pekerjaan rumah Indonesia dan dunia saat ini, kata Andi Sudirman Sulaiman, adalah persoalan limbah sampah. Indonesia sendiri setiap tahun harus menghadapi 64 juta ton dan sebanyak 32 juta ton sampah masuk ke laut sehingga tidak mengherankan jika sering ditemui kura-kura laut tidak bisa berkembang akibat sejak kecil terjepit tutup botol. Atau peristiwa matinya ikan paus akibat memakan banyak sampah plastik.
Sehingga Andi Sudirman Sulaiman mengajak Alumni Unhas untuk mengurangi pemakaian sampah plastik.
“Dari persoalan sampah ini para lulusan mestinya bisa berkontribusi bagi negeri banyak sekali. Seluruh daya upaya dan pengetahuan boleh dikeluarkan, yang dari psikologi mungkin bisa bicara soal perilaku, dari hukum soal regulasi, teknik mesin dan elektro bikin alat untuk menciptakan ekosistem yang bisa mengolahnya dan dari pertanian bikin komposnya,” ucapnya. (rhm)

Exit mobile version