Site icon Berita Kota Makassar

KONI Usulkan Anggaran PON XX Rp80 M

MAKASSAR, BKM — Pesta Olahraga terbesar di Indonesia, yakni Pekan Olah Raga Nasional (PON) akan dihelat 2020 mendatang. Sulsel tentunya sudah harus mempersiapkan diri untuk berlomba menjadi provinsi terbaik.
Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel, Addien mengatakan, dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk mempersiapkan para atlet yang akan bertarung dalam PON XX.
Addien mengatakan pihaknya telah mengusulkan Rp80 miliar, hampir sama dengan pelaksanaan PON XIX di Jawa Barat lalu.
“Sama seperti PON lalu-lalu sekitar Rp80 miliar. Sejauh ini belum ada pembahasan bersama, kami menunggu berapa keputusan dari Pemprov Sulsel. Kalau pun ada surat permintaan untuk menjelaskan, kami siap,” kata Addien, saat dikonfirmasi via telepon, Senin (9/9).
Anggaran tersebut, kata Addien diperuntukkan mulai dari persiapan sebelum pemberangkatan, seperti karantina dan pelatihan bagi atlet. Selain itu, anggaran itu sudah termasuk biaya bagi atlet, official dan pelatih selama di Papua.
“Nanti dibagi lagi ke cabang olahraga, tapi ini tergantung program yang akan mereka jalankan. Kita hanya fokus pada persiapan pemberangkatan dan pembinaan atlet,” jelasnya lebih jauh.
Terkait kebijakan Pemprov Sulsel yang akan membagi anggaran PON ke KONI dan Dispora. Addien mengungkapkan hal tersebut tak menjadi persoalan, yang jelas sama-sama untuk peningkatan prestasi Sulsel di PON mendatang.
“Kalau dibagi dua, kita setuju saja. Apapun itu kita akan laksanakan. Apakah mau kasih Dispora oke, atau ke KONI oke, kalau dibagi dua juga nda apa apa. Pemprov tentu punya pertimbangan, kita hanya sifatnya mendukung saja,” ungkapnya.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sulsel, Muhlis Mallajareng mengatakan khusus untuk olahraga prestasi memang menjadi tanggung jawab KONI. Pihaknya hanya fokus pada pembinaan dan peningkatan olahraga di Sulsel.
“Aturan undang-undang begitu, kita berharap memang anggaran bisa memadai. Nanti kita bagi tugas, mana yang dibiayai oleh KONI dan mana kita. Karena kalau di Dispora anggaran kami terbatas dengan Pagu RPJMD,” kata Muhlis.
Terkait besaran anggaran PON XX di Papua, Muhlis menyebutkan masih menunggu hasil pra-PON yang masih sementara berlangsung. Nantinya anggaran yang diusulkan disesuaikan dengan jumlah atlet, pelatih dan official dari setiap cabang olahraga yang lolos.
Dia mencontohkan anggaran praPON yang sebelumnya hanya Rp8 miliar lebih di APBD pokok 2019. Namun karena ada kenaikan jumlah atlet serta biaya yang harus dikeluarkan, dilakukan penambahan di APBD perubahan sebesar Rp10 miliar.
“Yang di APBD pokok masih kurang, karena ada cabor yang tiba-tiba bertambah jumlah atletnya seperti takraw. Belum lagi kemarin ada kenaikan tiket pesawat,” jelasnya.
Pihaknya berharap dengan anggaran yang dikucurkan pemerintah bisa memperbaiki prestasi Sulsel di PON. Minimal diatas pencapaian PON Jawa Barat 2016 lalu, saat itu di posisi 12 dari 34 provinsi dengan raihan 12 emas, 24 perak dan 29 perunggu.
Sementara itu, anggota Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD) Pemprov Sulsel, Andi Arwin Azis mengatakan untuk anggaran PON, baik hibah ke KONI dan anggaran ke Dispora masih belum diputuskan. Pihaknya masih menunggu usulan dari KONI dan Dispora.
“Kita masih tunggu usulan dari KONI dan Dispora, setelah itu kita akan duduk sama-sama membahasnya sebelum diusulkan ke Pak Gubernur dan DPRD Sulsel. Kita berharap anggaran bisa efektif dan efisien, tapi tetap memperhatikan peningkatan prestasi olahraga,” pungkas Kepala BPKD Sulsel ini. (rhm)

Exit mobile version