BULUKUMBA, BKM — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) menggelar upacara penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Senin (9/9).
Ketua panitia penerimaan Maba Wahyudi menjelaskan proses penerimaan dilakukan tiga gelombang. Gelombang pertama masih sebagai sekolah tinggi dan di pertengahan penerimaan terjadi proses perubahan dari sekolah tinggi menjadi UMB.
”Jumlah keseluruhan pendaftar UMB sebanyak 587 orang dan yang mengembalikan formulir 399 orang. Pendaftar yang lulus 374 orang dan tidak lulus 25 orang,” ujarnya.
Rektor UMB Jumase Basra, mengatakan pengenalan kehidupan kampus berdasarkan panduan dari Kementerian Ristekdikti. Dia berharap kegiatan ini dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan dunia kampus.
“Harapan kita semoga dapat mendapatkan kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Itu sudah menjadi salah satu syarat tetap. Itu sudah regulasinya dari Kementerian,” ujarnya.
“Mahasiswa baru perlu diperkenalkan karena mulai dari sekolah dasar SMP, SMA dan SMK kehidupannya berbeda dengan ketika ia masuk pada dunia perguruan tinggi,” tambah Jumasse.
Bagi setiap penyelenggara pendidikan tinggi itu sudah menjadi kewajiban untuk memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru.
“Ini artinya apa, ketika mahasiswa baru kita tidak datang maka itu akan menjadi syarat untuk tidak bisa sukses dalam melakukan kegiatan kegiatan kampus selama kurang lebih empat tahun yang akan datang,” katanya.
Ketua BPH UMB H Achmad Dansi mengatakan untuk mencapai ke tahap universitas ini tidak gampang diperlukan banyak waktu sehingga sesuai dengan keinginan kita semua dan lebih penting untuk menjaga dan mempertahankan apa yang sudah kita bangun ini.
“Mempertahankan sebagai mahasiswa UMB tidak gampang, untuk perguruan tinggi ini butuh 52 tahun lebih baru kita berjuang untuk mencapai universitas,” imbuhnya.
(min/C)