Site icon Berita Kota Makassar

Kementrian Kematiriman Gelar Off Road

BULUKUMBA, BKM — Kementrian Koordinator Kemaritiman RI mengelar Off Road Spice Route Culter Indonesia 2019. Kegiatan tersebut diikuti 30 mobil.
Off Road terdiri dari tiga tim yakni JIP Pinisi Skin (Suzuki Katana Indonesia),Ves (Vitara, Escudo, Sidekick) Community di bawah Bendera IOF (Indonesia Off-Road Federation).
Kegiatan Off Road Spice Route Culture 2019 dimulai pukul 09.00 Wita star di Lapangan Pemuda Bulukumba diikuti 30 mobil Off Road yang terdiri dari 60 peserta.
“Start di Lapangan Pemuda kemudian menuju ke daerah daerah penghasil rempah yang berada di Kecamatan Rilau Ale, Kecamatan Bulukumpa dan Kecamatan Ujung Loe,”ujar Ketua Rombongan Off Road Spice Route Haji Safiuddin,” Sabtu (14/9)
Rute yang dilalui adalah Desa Anrang. Desa tersebut merupakan salah satu desa penghasil cengkeh. Disana rombongan melihat langsung bagaimana petani mengembangkan cengkeh dan juga berbincang dengan sejumlah petani cengkeh.
“Saya berharap pemerintah bisa memberi solusi terkait masalah kami,”ujarnya.
Usai di daerah penghasil cengkeh, rombongan kemudian lanjut ke Desa Swatani Kecamatan Rilau Ale, disini merupakan sentra penghasil lada. Disini hampir 90 persen masyarakatnya hidup sebagai petani, khususnya petani Lada.
Menurut para petani di desa ini setiap tahunnya harga Lada semakin meningkat,apalagi kualitas lada yang berasal dari desa ini sangat bermutu karena diolah dengan baik.
“Disini Lada yang sudah matang direndam selama sepekan hingga kulit luarnya terkelupas semua setelah itu baru dikeringkan sehingga kualitasnya jauh lebih bagus dan harganya juga mahal ketimbang Lada yang dimasak,”ungkapnya.
Staf khusus Sesmenko Maritim Bidang Penelitian DR.Ary Prihardyanto Keim mengatakan bahwa Bulukumba merupakan titik temu jalur perdagangan khususnya rempah rempah.
“Kita harus kembali ke perniagaan maritim, dahulu nenek moyang kita berdagang khususnya rempah rempah lewat jalur laut,”jelas. (min/D)

Exit mobile version