Site icon Berita Kota Makassar

Sempat Jatuh Bangun Karena Sepi Pengunjung

NATURAL Coffee ternyata sempat jatuh bangun. Sempat mati, kemudian bisa dibangkitkan lagi. Dengan kerja keras dan kreativitas Herman, Natural Coffe bisa tetap jalan hingga kini.

Laporan: NUGROHO

Awalnya, Herman tidak punya rencana membangun usaha kopi ini. Ia bercerita, awalnya ia hanya didatangi temannya, Fadli yang bingung ingin usaha apa.
Fadi saat itu dikatakan Herman, hanya memiliki modal, namun arah usaha yang ingin ia buat belum ada. Olehnya, Herman saat itu langsung menyarankan untuk membuat cafe karena Herman sendiri punya keahlian dalam meracik kopi.
“Rencana kita ndak punya rencana bikin cafe. Terus waktu itu Fadli datang. Jadi di usaha ini, Fadli support modal, saya bisa bikin kopi jadi saya yang jalankan,” kata Fadli.
Natural Coffee sendiri sebenarnya telah ada sejak 2014 lalu. Yang punya saat itu adalah supervisor Herman saat ia belajar meracik kopi.
Namun karena supervisornya saat itu punya tugas ke Kalimantan, dan diserahkan ke temannya, Natural Coffee malah meredup. Olehnya di tahun ini, Herman berambisi untuk mengembalikan nama besar Natural Coffee.
“Awalnya bingung namanya apa, terus teringat sama supervisor saya dulu yang namanya alam. Dua tahun dia di Kalimantan, Natural Coffee mati, makanya saya mau bangkitkan lagi. Jadi brandnya dari 2014, mati 2015, dihidupkan lagu tahun ini,” jelas Herman.
Natural Coffee yang dulu dengan yang sekarang dikatakan Herman memiliki perbedaan. Jika dulu hanya menggunakan gerobak, kini lebih baru dengan menggunakan tempat nongkrong.
Banyak suka dan duka yang telah ia lalui selama menjalankan usaha ini. Herman mengatakan, semakin banyaknya teman dan relasi, menjadi keberkahannya sendiri. Apalagi wawasan tentang kopi, yang selama menjalankan usaha, semakin terasah.
Namun dukanya kini, ia biasa merasa cafenya kurang ramai atau pengunjung saat malam. Jadi ia berharap, supaya berbagai promosinya di media sosial, bisa mengembalikan keramaian Natural Coffee.
“Kalau duka lebih dari itu ndak ada. Karena saya selalu memperlakukan costumer layaknya teman. Saya selalu langsung mengajak bicara bahkan bercerita kepada konsumen, makanya sampai sekarang tak ada kostumer yang mengecewakan hingga saat ini,” tambahnya.
Herman pun berharap, Natural Coffee lebih banyak yang mengenal. Ia percaya dengan kualitas rasa kopi yang dijualnya, olehnya para pelanggan diharapkan Herman jangan ada yang ragu ke Natural Coffee.
Kini, budaya minum kopi bukan lagi sekadar penghilang rasa kantuk. Lebih dari itu, minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup.
Untuk menarik para penikmat kopi, tentu cita rasa kopi adalah yang utama. Selain itu juga tempat yang sangat strategis juga menjadi hal utama dalam sebuah usaha.
Seperti salah satu kedai kopi yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan ini. Kedai kopi yang berdampingan dengan Polda Sulsel, tepatnya di depan Griya Athirah Permai ini sangat unik. Pasalnya, dari konsep bahkan rasa kopi tersebut sangat natural.
Soal rasa, Natural Coffee tak kalah dengan kedai kopi yang lain. Di Natural Coffee mempunyai minuman yang sangat rekomended untuk semua kalangan yaitu Special Coffee Natural.
Special Coffee Natural ini lebih banyak diminati, karena rasanya lain dari pada yang lain. Untuk mendapatkan cita rasa aslinya, cara meracik dan meminum kopi ini tidak boleh dilakukan dengan sembarangan.
Menurut Owner Natural Coffe, Fadli Aristia, untuk mendapatkan karakter rasa yang original, kopi harus diseduh dengan teknik khusus yang sederhana. Agar aroma dan cita rasa khas dari kopi yang diminum terasa. Namun, cara meminum kopi yang baik adalah diseruput.
“Cara terbaik ya diseruput. Memang terlihat tidak sopan karena akan menimbulkan suara, tapi ya itu cara terbaik,” ujar Fadli.
Ia mengungkapkan, untuk membangun usahanya ini, dirinya merogoh koceh uang sebanyak Rp28 juta.
“Modal awalku hanya Rp20 juta, tapi karena masih kurang jadi minta bantuan sama orang tua sekitar Rp8 Juta, itu sudah termasuk tempat, peralatan racik kopi dan lainnya,”ungkapnya.
Keberhasilan Fadli memetik omzet puluhan juta dalam perbulan, tak lepas dari strategi pemasaran yang diterapkannya. Salah satunya, mengandalkan strategi teman ke teman dan juga jalur pemasaran secara daring (online). Seperti melalui media sosial, Facebook dan Instagram.
Lebih lanjut, saat ini Natural Coffe juga menggandeng Komunitas motor yang ada di Makassar seperti Independent Max Brother Community (IMBC).
“Kebetulan saya dulu anak komunitas motor, maka dari itulah saya mengajak teman-teman komunitas motor yang ada di Makassar ikut bergabung,” terangnya.
Ia menambahkan, produk yang dijual tidak lari dari bahan kopi. Untuk kisaran harganya masih cukup terjangkau, mulai Rp10 ribu sampai Rp15 ribu.
Selain kopi, di tempat ini juga menyediakan berbagai cemilan yang bisa dinikmati para pelanggan. Menu rekomended untuk cemilan yaitu ada Ubi Goreng.
“Sekali coba, bakal nambah terus,” cetusnya.(*)

Exit mobile version