Site icon Berita Kota Makassar

Merger Akper Anging Mammiri Tunggu Kemenristek Dikti

MAKASSAR, BKM– Kampus Akademi Keperawatan (Akper) Anging Mammiri yang selama ini berada di bawah pengelolaan Pemprov Sulsel siap diambil alih pengelolaannya oleh Universitas Negeri Makassar (UNM).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Bachtiar Baso, menjelaskan, proses merger mahasiswa maupun dosen dan staf akper ke UNM sisa menunggu babak akhir. Pemprov Sulsel melalui gubernur kata dia, sudah menyetujui rencana ini.
“Jadi mahasiswa ke sana (UNM), dosen ke sana, kemudian honorer dosen juga ke sana. Semua sudah clear itu. Pak gubernur sudah tandatangani,” beber Bachtiar yang ditemui di kantor Gubernur Sulsel.
Dia mengutarakan rencana ini juga sudah mendapat lampu hijau dari Rektor UNM sendiri. Hanya saja sebelum manajemen kelembagaan tersebut resmi dikelola UNM, sisa menunggu persetujuan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
“Realisasinya itu tinggal menunggu kebijakan menristekdikti. Karena UNM tidak bisa berani melakukan langkah-langkah maju kalau menteri belum menandatangani. Tinggal itu saja, menunggu kebijakan menteri,” ujar Bachtiar.
Diketahui rencana alih kelola Akper Anging Mammiri ini atas dampak terbitnya Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang pemerintahan daerah. Dimana diatur segala urusan pengelolaan perguruan tinggi tidak lagi dilakukan oleh pemerintah provinsi.
Sementara Wakil Rektor IV UNM, Prof Gufran Darma Dirawan menambahkan, tak menampik kesiapan UNM menerima proses alih kelola kelembagaan ini. Dikatakan, rencana ini tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kemenristekdikti untuk legitimasinya.
Dia mengaku, pengurusan administrasinya sendiri ke pemerintah pusat sudah dilakukan sejak dua bulan lalu. “Masih menunggu SK dari kemenristekdikti. Sisa itu. Kami masih menunggu. Intinya begitu,” tutur Gufran kemarin.
Dia pun belum mau sesumbar soal rencana penempatan mahasiswa dan dosen Akper Anging Mammiri nantinya. Namun sempat dikabarkan, mahasiswa di kampus itu direncanakan akan berstatus sebagai mahasiswa angkatan pertama Program Studi (Prodi) Keperawatan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) di UNM.
“Nanti kalau sudah ada SK, nanti secara simbolis penyerahannya dari pemprov. Kita tunggu SK saja dulu, karena kita tidak tahu bagaimana bunyi SK-nya nanti. Kita menunggu arahan pak menteri,” pungkas dia.
Kepala UPT Balai Pelatihan Kesehatan Dinkes Sulsel, dr Rosmiati Mantang menyebutkan, saat ini Akper Angin Mammiri tercatat memiliki 123 mahasiswa yang akan lulus tahun 2019. Sementara di tahun 2020 sebanyak 40 orang. Kemudian, dosen berstatus PNS ada sebanyak 17 orang dan non-PNS 14 orang.
Dia mengemukakan, atas rencana merger kampus ini, maka Akper Anging Mammiri tidak lagi menerima mahasiswa baru. “Itu penerimaan mahasiswa sejak tahun 2017. Penerimaan mahasiswa baru sudah dihentikan sejak dua tahun, sejak 2018 dan 2019,” jelas Rosmiati. (rhm)

Exit mobile version