Site icon Berita Kota Makassar

Pemkot Gelar Workshop Cegah Stunting

PAREPARE, BKM — Pemkot Parepare menggelar wokshop konvergensi pencegahan stunting (kekurangan gizi) di Balai Hasri Ainun Habibie, Selasa (17/9) pagi.
Guru besar Uhas Prof DR dr Razak Thaha. M. Sc. Guru
memaparkan stunting dengan gambar ilustrasi anak dengan tinggi badan yang berbeda namun usia yang sama. Tak hanya itu, ahli gizi Unhas itu juga menjelaskan faktor yang menyebabkan stunting.
“Stunting bukan karena faktor keturunan tapi pengaruh asupan gizi dan kesehatan. Penyebab stunting yaitu menghambat 1.000 hari pertama kehidupan dimulai dan kehamilan (270 hari) sampai anak umur 2 tahun (730) hari.
“Stunting berefek terhadap otak, penyakit menular dan postur tubuh, maka dari itu ibu hamil harus sehat sebelum melahirkan,” ujar Razak.Razak juga mengkritisi petugas medis Dinkes melakukan pengukuran tinggi badan bayi/balita setiap bulan. “Pengukuran tinggi badan bayi/balita setiap enam bulan sekali, jika dilakukan tiap bulan itu belum diketahui bisa tambah pendek atau panjang,” tandasnya.
Razak juga memuji Pemkab Banggai terbaik stunting karena melakukan rembuk setiap ada intervensi gizi sensitif program yang tidak jalan langsung dipanggil SKPD-nya.
“Rembuk Stunting sangat membantu keberhasilan,” jelasnya.
Wakil Walikota Parepare, Pangerang Rahim saat membuka kegiatan mengatakan pentingnya pencegahan terhadap stunting utamanya kepada anak-anak. (mup/C)

Exit mobile version