Site icon Berita Kota Makassar

Golkar Mulai Jaring Bacawali dan Cabup

MAKASSAR, BKM — Partai Golkar mulai membuka penjaringan bakal calon wali kota (bacawali), wakil wali kota, bupati, dan wakil bupati. Pelaksanaannya akhir bulan September pekan depan.
Untuk pendaftaran, partai berlambang pohon beringin rindang ini melaksanakannya 21 hingga 27 September 2019. Tahapan ini berlangsung selama satu minggu.
Untuk Makassar, Sekretaris DPD II Partai Golkar Makassar Abdul Wahab Tahir menyebut, pendaftaran dan pengambilan formulir yang berlangsung selama satu minggu dirasa cukup. Selanjutnya, pada 28-29 September memasuki tahapan melengkapi berkas.
“Sudah pasti semua sama, kita mau menang pada pemilihan wali kota (pilwali) Makassar 2020. Siapapun yang punya empati silakan mendaftar. Karena bagi kami tidak ada yang diistimewakan,” ujar Wahab di gedung DPRD Makassar, Rabu (17/9).
Sebagai partai yang berpengalaman, Golkar tentu ingin menang dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Faktor pengalaman juga menjadi pertimbangan Golkar mengusung calonnya.
“Pastinya kami optimis bisa menang di pilwali Makassar. Yang punya pengalaman tanding, punya elektoral, punya basis massa dan punya basis ideologi,” terangnya.
Sementara partai lain, belum membuka pendaftaran bulan ini. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel Andi Idris Manggabarani, mengaku kemungkinan akhir Oktober atau awal November baru akan memulai proses. “Iya, kemungkinan akhir Oktober atau awal November,” ujar IMB, Rabu (18/9).
Wakil Ketua DPD Nasdem Sulsel Syawaluddin Arif, menambahkan bahwa partainya akan menggelar rapat koordinasi teknis (rakornis) di Makassar pada 26 September. “Pada 10 Oktober rakornas di Hambalang. Jadi rapat pembentukan desk pilkada 1 November. Pendaftaran di kabupaten/kota 1 Januari. Sementara fit and proper test di provinsi 1 Maret,” terang Syawaluddin Arif.
Hal berbeda disampaikan Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe. Menurut wakil ketua DPRD Sulsel ini, rencananya partai berlambang bintang mercy ini akan membuka penjaringan sekitar November hingga Desember. “Rencanya antara bulan November dan Desember,” ujar Ulla, panggilan akrab Ni’matullah Erbe.
Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga tengah membuka penjaringan. Namun untuk resminya, PKS baru melaksanakannya pada 1 Oktober bulan depan.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulsel Surya Darma membenarkan hal itu. “Mulai 1 Oktober Insyaallah,” ujarnya, kemarin.
Bagaimana dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)? Mereka akan membuka pendaftaran setelah pelantikan presiden.
Sekretaris DPW PPP Sulsel Asrul Makkaraus yang dihubungi, mengaku sampai saat ini belum ada petunjuk atau arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP. “Belum ada arahan dari DPP,” ucap Asrul.
Ketua DPW PPP Sulsel HM Aras memperkirakan penjaringan PPP setelah pelantikan presiden. “Setelah pelantikan presiden baru dimulai,” ujarnya.
Partai Hanura juga masih menunggu petunjuk dari DPP. Wakil Ketua DPD Hanura Sulsel Wawan Mattaliu, menegaskan saat ini DPD tengah melakukan koordinasi sambil menunggu petunjuk dari DPP Hanura. “Sementara menunggu petunjuk teknis dari DPP,” ujar Wawan Mattaliu.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak ingin ketinggalan. PKB Sulsel yang sukses meloloskan delapan kadernya ke parlemen, membahas persiapan penjaringan pada Rabu malam (18/9). “Sebentar malam (tadi malam) rapat dengan 12 pengurus DPC,” ujar Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara nasional memiliki dua model penjaringan. Untuk daerah di mana PSI memiliki kursi DPRD, maka penjaringan dilakukan dengan cara konvensi.
Bagi daerah yang tidak memiliki kursi di DPRD, tidak dilakukan penjaringan terbuka. Melainkan turut bergabung pada koalisi partai yang mengusung kandidat, dengan melihat kualitas kandidat dan kesesuaian platform perjuangan PSI.
“Di Sulsel karena tidak ada kursi DPRD, maka kami mencermati semua kandidat yang saat ini muncul dalam wacana publik, serta melakukan komunikasi politik dengan para kandidat. Tidak menutup kemungkinan pula PSI, walaupun tanpa kursi di DPRD namun mendahului koalisi partai lainnya dalam mendeklarasikan kandidat, apabila kami telah mendapatkan kandidat yang sesuai dengan platform partai,” ujar Ketua PSI Sulsel Moh Fadli Noor, kemarin.
Sementara Ketua Partai Perindo Sanusi Ramadan mengaku jika partai bentukan Harry Tanoesodibjo ini masih proses persiapan “Sambil menunggu kebijakan DPP soal pilkada,” katanya singkat. (arf)

Exit mobile version