SEMUA KEPUTUSAN memang tidak berjalan mulus, pasti ada kendala atau hambatan. Termasuk jika kita memutuskan untuk berhenti bekerja karena alasan dosa. Seperti yang dihadapi Eka sapaan akrab Jumriati.
Laporan: JUNI SEWANG
Saat hendak berhenti dari perusahaan otomotif ternama di Kota Makassar, dan meminta pertimbangan dan kedua orang tuanya, ternyata keinginannya tersebut mendapat penolakan keras. Bahkan, ia diminta untuk tetap bekerja demi menghidupi keluarga bersama suaminya.”Keputusanku untuk menjauhi riba membuat dunia kecil di sekitarku bergoyang. Orangtuaku tidak setuju. Tapi akhirnya ia dapat memahami keputusanku. Alhamdulillah suami juga menyetujui. Dia bukan hanya dapat menerima keadaanku, tetapi ia juga mendukung keputusanku. Kami sama-sama bertekad menjauhi harta riba,” ujar Jumriati kepada penulis.
Usai berhenti bekerja, ia mencari pekerjaan lain termasuk mencoba membuka bisnis kecil-kecilan yakni berjualan minuman yang kekinian.”Tidak semua cerita keluarnya karyawan dari pekerjaannya lantas mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik. Khususnya dalam hal penghasilan. Penghasilanku sekarang tidak seberapa. Jauh lebih kecil ketimbang ketika bekerja di perusahaan otomotif,” jelasnya.
Hanya saja, Eka mengaku senang dan tenang setelah membuka kenai minuman kekinian, sebab keberkahan-lah yang utama.”Jangan takut miskin. Tetaplah bekerja. Biarlah kami miskin harta, tapi kami percaya Allah Subhana wa ta’ala tidak akan pernah menyalahi janjinya,” katanya.
Bahkan sebelum berhenti bekerja, ia bersama suaminya yang mendapat hidayah ingin merubah suasana kerja di kantornya. Ia mencoba melakukan hal-hal kecil seperti memisahkan meja makan antara pegawai laki-laki dan pegawai perempuan. Tapi nyatanya ia dicemooh oleh para pegawai lainnya. Termasuk saat mengusulkan agar satu toilet khusus untuk karyawati dan toilet lainnya untuk karyawan laki-laki. Tapi malah kembali dicemooh.
Kini saya membuka usaha bersama suami, merintis sejak 2016, alhamdulillah sudah memiliki 6 cabang dan mempekerjakan kurang 18 karyawan muslim semua berhijab.
“Akhirnya bersama suami buka usaha, di beberapa lokasi diantaranya kampus kampus yang ada di Makassar,” kata Jumriati.
Ditanya soal minuman, Jumriati mengaku memiliki beberapa minuman dengan varian rasa, seperti susu dan keju. Ia memberanikan membuka usaha tersebut untuk menyasar anak-anak milenial yang suka akan minuman greentea, thai tea, red velvet, iced strawberry, iced taro, iced milo, cohoco oreo, magic tea dan milo coffee. (*)
