MAKASSAR, BKM –Pembangunan Tol Layang AP Petta Rani terus dikebut. Saat ini dilakukan pengecoran kolom untuk penyangga, termasuk pemasangan box girder.
Menurut Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), Anwar Toha, sudah ada dua segmen box girder yang terpasang. Setiap segmen sepanjang 50 meter. Pemasangan dilakukan dari arah Tol Reformasi dimana tol layang AP Petta Rani mulai dikerjakan.
“Berarti sudah sekitar 100 meter yang selesai. Sekarang segmen tiga yang sementara dipasang,” ungkap Anwar kepada BKM, Minggu (22/9).
Dia mengemukakan, pemasangan box girder tersebut cukup lama dikerjakan karena posisi pemasangan berada pada kemiringan 40 derajat.
“Agak lama di situ dikerjakan karena menanjak naik 40 derajat,” jelasnya.
Sementara untuk pembangunan tiang penyangga tol, ujar Anwar Toha, pengerjaannya terus bergerak ke arah Jalan Sultan Alauddin. Namun karena tingkat kesulitan tiap segmen berbeda-beda, pembangunannya tidak serentak dikerjakan. Tergantung yang mana sudah siap dan sudah selesai gambarnya, disitulah yang terlebih dahulu dirampungkan.
“Rangkaiannya ada yang sudah rampung dari arah eksisting Tol Reformasi hingga ke Pasar Tamamaung. Kemudian lanjut dari sekitaran Jalan Rappocini ke arah DPRD Makassar. Yang ke arah Abubakar Lambogo (Ablam) juga sudah mulai naik. Begitu juga untuk arah turun dari tol, depan kantor lalu lintas, juga sudah dikerjakan sebagian,” ungkap Anwar Toha.
Secara umum, hingga saat ini, progres pekerjaan tol layang sudah mencapai kisaran 33 persen.
Kendati sudah tidak menemukan kendala berarti dalam pengerjaan tol layang, namun menurut Anwar Toha, masih ada sedikit hambatan pekerjaan. Ada tiang PLN, papan reklame termasuk atap jembatan penyeberangan di depan Ramayana yang harus dibongkar.
“Ini akan kami konsultasikan dengan pihak terkait,” ungkap Anwar.
Di awal pembangunannya, Tol Layang AP Petta Rani ditargetkan rampung Februari 2020 mendatang. Namun sayang, saat progres berjalan, pihak kontraktor menemukan beberapa kendala serius yang menghambat terkait pembongkaran sejumlah utilitas, baik pipa PDAM, kabel telepon, hingga kabel PLN. Akhirnya, target perampungan dikoreksi hingga ke Juli 2020.
“Jadi ada review pekerjaan sedikit. Yang tadinya, waktu di awal perencanaan kita targetkan rampung Februari 2020 tapi karena kemarin ada persoalan utilitas, sehingga kita tarik ke depan sedikit sampai bulan Juli semoga. Semoga bisa rampung sesuai waktu,” harap Anwar.
Pengerjaan mega proyek jalan layang milik ini dikerjakan oleh pihak ketiga, yakni PT Wijaya Karya (Wika). Dalam rancangan anggaran, proyek ini memiliki total anggaran sebesar Rp 2,2 triliun.
Sebagai informasi, konstruksi proyek tol ini akan menggunakan desain kantilever (double decker) yang merupakan teknologi pertama di Indonesia dengan PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) selaku kontraktor.
Jalan tol layang ini akan menghubungkan Maros – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin – Jalan Tol Seksi I dan II – Jalan Andi Pangerang Petta Rani hingga ke Jalan Sultan Alauddin. (rhm)
