Site icon Berita Kota Makassar

Disoal Partai, Dua Legislator Tetap Dilantik

MAKASSAR, BKM — Permasalahan yang melingkupi calon legilator terpilih terus terjadi menjelang pelantikan anggota DPRD Sulsel periode 2019-2024. Setelah Novianus YL Patanduk dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dipecat, giliran Misriyani Ilyas yang diminta untuk ditunda pelantikannya oleh Partai Gerindra.
Walau dipersoalkan oleh partainya masing-masing, keduanya masih bisa menduduki kursi empuk wakil rakyat. Mereka tetap akan dilantik, yang rencananya digelar hari ini, Selasa (24/9).
Pada pemilu legislatif (pileg) 17 April 2019 lalu, Novianus dan Misriani berjuang melalui daerah pemilihan (dapil) Sulsel 2 atau Makassar B. Mencakup Kecamatan Panakkukang, Manggala, Tamalanrea, dan Biringkanaya.
Sekretaris DPRD Sulsel M Jabir yang dihubungi malam tadi, mengakui adanya surat yang masuk dari Partai Gerindra. Intinya, surat tersebut meminta agar pelantikan Misriani sebagai anggota DPRD Sulsel ditunda.
”Iya, suratnya sudah masuk. Meminta agar caleg terpilih Misriani Ilyas ditunda pelantikannya,” ujar Jabir melalui sambungan telepon.
Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Rasdin Tabi, mengaku tidak mendapat informasi tersebut. ”Belum ada infonya ke saya,” katanya singkat.
Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel Syawaluddin Arif juga membantah. “Siapa bilang dipecat. Besok (hari ini) Ibu Misriani dilantik jadi anggota dewan,” ujar Syawaluddin yang juga juru bicara Gerindra Sulsel, kemarin.
Bagaimana dengan Novianus YL Patanduk? Walau lebih dulu dipersoalkan oleh PDIP, hingga tadi malam sekwan belum menerima surat dari partainya.
”Bagi kami di sekretariat dewan, kalau ada namanya dalam SK, anggota dewan itu tetap dilantik,” tandasnya.

Was-was Tunggu SK

Hingga Senin malam (23/9) pukul 19.00 Wita, surat keputusan (SK) pelantikan untuk 85 anggota DPRD Sulsel belum keluar dari gedung Kementerian Kemnterian Dalam Negeri (Kemendagri).
Akibatnya, banyak anggota dewan yang bertanya-tanya dan was-was menunggu. Sementara undangan untuk pelantikan dan pengambilan sumpah sudah disebarkan. Pelantikan dijadwalkan hari ini, Selasa (24/9).
Sekwan Sulsel M Jabir membenarkan bila SK belum diterimanya. “Iya, kami belum menerima SK dari Kemendagri,” ujar M Jabir, Senin (23/9).
Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif juga membenarkan bila SK untuk 85 anggota DPRD Sulsel yang akan dilantik belum ada dari Jakarta. “Saya dapat informasi SK belum ada,” ujar legislator Partai Nasdem Sulsel ini, kemarin.
Kepala Biro Pemerintahan Sulsel Hasan Basri Ambarala, mengatakan sejauh ini pihak Kemendagri, dalam hal ini Dirjen Otonomi Daerah (OTDA) belum menerbitkan SK tersebut.
“Saya sudah dua hari ini menunggu dikeluarkan SK-nya, bahkan stafku sudah empat hari di sini (Jakarta) menunggu kejelasan dari OTDA, tapi masih tidak ada kejelasan,” kata Ambarala, Senin sore (23/9).
Bahkan, kata dia, pihak OTDA tidak memberikan alasan pasti mengapa penahanan SK itu dilakukan. “Tidak ada alasannya. Stafnya hanya bilang; sabar, tunggu saja ya. Itu saja jawaban mereka setiap ditanyakan kepastian penerbitan SK-nya,” beber Ambarala.
Ambarala mengatakan, bisa saja pelantikan akan ditunda jika hingga Senin malam, SK itu tak kunjung dikeluarkan. “Yang jelas tidak bisa dilantik kalau belum ada SK-nya. Makin kacau ini OTDA selama ditinggalkan Pak Soni Sumarsono (mantan Dirjen OTDA sebelumnya),” terangnya.
Sementara itu, untuk mengetahui kepastian pelantikan para wakil rakyat tersebut, salah seorang anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Jayadi Nas, kemarin melalui sambungan telepon berbicara dengan seorang pegawai Kementerian Dalam Negeri bernama Andi Amir. Ia menanyakan kepastian penyerahan SK anggota DPRD Sulsel terpilih itu.
Berdasarkan penjelasan Andi Amir, disampaikan bahwa sebenarnya SK tersebut sudah ada di meja Mendagri Tjahjo Kumolo. Namun, dia belum bisa memastikan kapan SK tersebut diteken.
Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik, menegaskan anggota DPRD Sulsel tetap akan dilantik sesuai jadwal hari ini, Selasa (24/9).
Diapun membantah jika Kemendagri menahan SK pelantikan para anggota dewan tersebut. “Insyaallah sesuai jadwal tetap besok (hari ini). Tidak ada yang tahan SK. Salahnya apa kok ditahan. Nggak ada itu,” pungkasnya.
Selain itu, hingga kemarin SK untuk 4 pimpinan dewan yang definitif juga belum keluar. Keempatnya masing-masing dari Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, dan PKS
Yang ada baru ketua sementara, yakni Andi Ina Kartika dari Partai Golkar dan Wakil Ketua I definitif Syaharuddin Alrif dari Partai Nasdem. Sumber BKM menyebutkan, Gerindra kemungkinan besar menetapkan nama Rusdin Rabi, Demokrat Ni’matullah Erbe, dan Sri Rahmi dari PKS.
Ni’matullah dan Rusdin Tabi yang dikonfirmasi, membalas dengan senyuman. Sementara Sri Rahmi mengaku menunggu keputusan dari DPP PKS.

Didominasi Pengusaha

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 2019-2024 lebih didominasi oleh kalangan pengusaha daripada politisi murni. Setidaknya ada lebih 30 pengusaha yang akan menjadi wakil rakyat di parlemen Sulsel.
Mereka adalah Andi Debby Purnama, John Rende Mangontan, dan Andi Ayu Andira dari Golkar. Dari Nasdem, ada Andry Prasetyo Tanta, Rezki Mulfiati Luthfi, Ady Ansyar, dan Sarwindi Biringkanae.
Dari Gerindra ada nama Edward Wijaya Horas dan Fermina Tallulembang. Ismail BacHtiar dari PKS. Fauzi Andi Wawo dan Andi Muhammad Anwar Purnomo dari PKB.
Juga ada nama Anzar Zaenal Bate dari Perindo, serta Imam Fauzan AU dan Jabbar Idris dari PPP.
Untuk kalangan politisi, ada nama Rahman Pina, Fachruddin Rangga, Ince Langke IA, Andi Ina Kartika, dan H Zulkifli Zain dari Golkar.
Andi Januar Jaury Dharwis, Haidar Majid, Rismawati Kadir Nyampa, Ni’matullah Erbe, Syahrir, Selle KS Dalle, dan Fadriati AS dari Demokrat.
Selain itu, terdapat nama politisi PKS Sri Rahmi, Rudi Pieter Goni, Dan Pongtasik, serta Esra Lamban dari PDIP. Dari PKB ada nama Hengky Yasin, Azhar Arsyad, dan Irwan Hamid. Sementara dari PPP ada nama Andi Sugiarti Mangunkarim dan Andi Nurhidayati.
Mantan birokrat, di antaranya Mulyadi Mustamu dari Demokrat. Muh Syarif, serta Anwar Recca dari PKB. Andi Hatta Marakarma dari Golkar.
Dari 85 anggota yang akan dilantik hari ini, legislator PPP Imam Fauzan AU merupakan yang termuda. Ia baru berusia 23 tahun. (rhm-rif/rus)

Exit mobile version