ENREKANG, BKM — Ketua TP PKK Kabupaten Enrekang Johra MB mengajak masyarakat menerapkan pola hidup, pola makan dan pola asuh yang tepat agar keluar dari masalah stunting.
”Kita sosialisasikan kepada masyarakat bagaimana pola hidup, makan dan asuh yang benar. Ini untuk mengatasi dan mencegah stunting,” ujar Johra baru-baru ini.
Menurutnya, pola hidup dimaksud meliputi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat serta Open Defaction Free (ODF). Setiap keluarga harus memiliki jamban, agar tidak buang air sembarangan. Mencuci tangan sebelum masuk rumah,utamanya bagi petani dan peternak yang sering terpapar racun, pestisida dan bahan berbahaya lainnya.
Johra meminta membiasakan anak buang air di toilet, limbah cair dan comberan mengalir lancar serta mengurangi penggunaan plastik dengan membawa tumbler atau botol isi ulang.
Pola makan meliputi asupan gizi yang memadai bagi ibu dan anak. Memilih pangan berdasarkan B2SA (bergizi, beragam, seimbang dan aman). Bebas dari pestisida, pewarna dan perasa. “Untuk ibu hamil dan menyusui, asupan gizi sangat penting.Terutama pada 1000 HPK (hari pertama kehidupan),”tambahnya.
Johra mengakui, gizi seimbang tidak mesti mahal. Warga bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-mayur dan tumbuhan bermanfaat lainnya. Selain itu ibu juga diharapkan pintar dan kreatif mengolah makanan. “Ada banyak yang bisa diolah jadi makanan bergizi. Misalnya daun kelor bisa jadi cake, dan ubi ungu bisa jadi es krim,” jelasnya.
Sementara pola asuh yang dimaksud yakni memaksimalkan 1.000 hari pertama kehidupan. Menurut Johra, karakter anak mulai terbentuk sejak dalam rahim. pada 16 minggu usia kehamilan, bayi sudah bisa berinteraksi dan menyerap apa yang ada disekelilingnya. (her/C)
Johra Gencar Sosialisasi Stunting
