WARGA di Kota Makassar, terutama yang tinggal di kawasan pemukiman kumuh atau pinggiran masih banyak yang tidak punya jamban alias toilet. Selain itu, warga juga masih ada yang tinggal di lingkungan yang sanitasinya buruk dan tidak memiliki sumber air minum.
Hasil monitoring yang dilakukan oleh IUWASH PLUS bersama USAID, terungkap jika kesadaran masyarakat
masih sangat rendah untuk memiliki sanitasi dan sumber air minum sendiri. Menurut Rieneke Rolos, Regional Manager IUWASH PLUS, ada beberapa faktor penyebab sehingga masih rendah kepemilikan sanitasi.
Mulai dari masalah ekonomi, lahan, dan kesadaran akan pentingnya memiliki sanitasi yang baik dan sehat.
“Banyak faktor kenapa masyarakat masih ada yang belum memiliki sanitasi, termasuk faktor ekonomi dan kesadaran masyarakat itu sendiri,” ujarnya saat berbicara dalam tudung sipulung tematik dengan media, Senin (16/9).
Selain faktor tadi, menurutnya karena ketiadaan lahan dan masalah adanya warga yang berharap bantuan dari pemerintah.
Dari monitoring yang dilakukan di RW 01, RT 07 dan 08 di keluruhan Lette, setidaknya masih ada 7 persen KK yang numpang di MCK umum.
Sedang untuk akses air minum,yang menumpang masih ada 4 persen dan yang menggunakan air galon 10 persen. Sementara warga di sana yang menggunakan sambungan dari PDAM mencapai 71 persen. Sisanya menggunakan sumur bor dan sumur gali.
Karena masih rendahnya warga yang tidak mendapatkan akses sanitasi dan air minum, menurut Rieneke, pihaknya mendorong partipasi semua stakeholder untuk bersama mewujudkan sanitasi dan sumber air minun yang layak bagi masyarakat.
Pihaknya juga mendorong kepada masyarakat agar masalah sanitasi dan air minum bisa dimasukkan dalam musrenbang kelurahan, sehingga nantinya bisa menggunakan dana kelurahan.
“Langkah lain yang dilakukan, menggelar Tudung Sipulung dengan mempertemukan semua pihak, dari pemerintah, dinas kesehatan, PDAM, tokoh masyarakat dan media,” ungkapnya.
Dengan adanya tudang sipulung diharapkan ada langkah konkrit dalam mengatasi masalah sanitasi dan air minum dalam mewujudkan program SDGs 2020 mendatang. (rhm)
Numpang di Toilet Orang
