Site icon Berita Kota Makassar

Yatim dan Diabaikan, Awalnya Isap Lem

MAKASSAR, BKM — Dua anak yang masih belia saat ini berada di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar. K (11) dan A (13) sebelumnya diamankan di Mapolrestabes Makassar karena ditemukan tertidur sembari memegang sabu.
Kehadiran mereka diterima langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Makassar Tenri A Palallo.
Berdasarkan pengakuan dua anak ini, Tenri mengatakan mereka telah mengonsumsi sabu sejak setahun yang lalu. Berawal dari mengisap lem, K dan A akhirnya sampai mencicipi sabu.
A dan K adalah dua orang teman yang tak sengaja dipertemukan di jalanan. Berasal dari keluarga yang tidak sehat, mereka pun terpaksa terjun ke dunia yang cukup keras.
Salah satu di antara mereka memang kerap melakukan tindakan kriminal. Malahan terlibat dalam sindikat pencurian. Bahkan tak segan ia melukai korbannya jika melawan.
“Yang satu pencopet. Dia bilang, ada orang dewasa yang ajari mencuri. Bahkan dia bilang, kalau korbannya melawan, bisa sampai hilang kepalanya. Sadis,” jelas Tenri.
Keduanya memang adalah anak yatim. Sementara ibu dari masing-masing anak ini tak memedulikan tingkah laku yang dilakukan anaknya.
“Mereka ini anak tidak dicari. Mau ke mana, orang tuanya seakan tidak peduli,” kata Tenri.
Tenri pun menjelaskan, satu di antara mereka diasuh oleh neneknya. Ibunya bahkan telah memiliki anak lagi, dan mengabaikannya. Sementara satu anak lainnya memiliki ibu seorang penjual bawang di Pasar Panampu, juga cenderung ditelantarkan.
Karena memiliki nasib yang sama, mereka pun akhirnya mencoba berbagai hal menyimpang. Menganggap dirinya senasib, sabu-sabu pun menjadi alat penenang bagi mereka.
“Mereka bermula dari lem, katanya melayang-layang kalau dipakai. Setelah itu, dia cobami sabu, yang paket Rp50 ribu. Dapat juga dari orang. Jadi kalau ada sabu, pakai sabu. Kalau tidak ada, isap lem,” ungkap Tenri.
Kedua anak ini selanjutnya akan direhabilitasi. Tenri akan mencoba berkoordinasi dengan Dinas PPPA Sulsel dan MUI dalam gerakan bapak angkat mereka. Karena rencananya, mereka akan diusahakan untuk bersekolah.
“Ini kan anak-anak kalau dipulangkan kembali pasti kembali melakukannya. Jadi bagaimana supaya tidak kembali seperti itu? Kita akan koordinasi ke provinsi maupun MUI,” tambahnya.
Sebelumnya, Polrestabes Makassar mengamankan dua anak di bawah umur yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika pada Jumat dini hari (20/9) lalu.
Keduanya sedang tidur pulas sembari memegang tiga saset sabu saat didapati di sebuah lorong di Kampung Sapiria, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo.
Kedua anak ini yang diketahui tinggal di Kelurahan Pannampu. Mereka diamankan petugas yang sedang melakukan operasi rutin pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Kota Makassar.
Pihak Polrestabes pun sempat menduga anak-anak ini dimanfaatkan oleh sejumlah bandar di Kampung Sapiria. Mereka disinyalir memiliki tugas sebagai pengintai sekaligus kurir narkoba. (nug/rus)

Exit mobile version