PAREPARE, BKM — Kepala Region Head Bank Muamalat Regional Sulampua, Ahmad S. Ilham mengatakan wafatnya BJ Habibie menjadi kehilangan bagi seluruh elemen bangsa termasuk Bank Muamalat yang berdiri berkat partisipasi aktif dari Presiden RI ke-3 tersebut.
“Pak Habibie begitu banyak memberikan banyak syafaat bagi negeri ini dan tentunya teruntuk Bank Muamalat dan umat. Sosok Habibie tak akan pernah tergantikan,” ujar Hasnah, Pimpinan KCP Bank Muamalat Parepare.
Selain itu, kepedulian Habibie terhadap Bank Muamalat terus berlanjut hingga kini. Di mana putra dari BJ Habibie, yakni Ilham Habibie menjadi Komisaris Utama Bank Muamalat saat ini.
Ide mendirikan Bank Muamalat Indonesia (BMI) tercetus dalam sebuah lokakarya MUI bertema “Masalah Bunga Bank dan Perbankan” yang diadakan pada pertengahan Agustus 1990 di Cisarua, Bogor.
Ketua Umum MUI Hasan Basri kala itu membawakan makalah ke Munas MUI yang diadakan akhir Agustus 1991, Munas MUI memutuskan agar MUI mengambil prakarsa mendirikan bank tanpa bunga. Untuk itu, dibentuk kelompok kerja yang diketuai Sekjen MUI saat itu HS Prodjokusumo.
Dilakukan lobi melalui Habibie sampai akhirnya Presiden Soeharto menyetujui didirikannya Bank Muamalat Indonesia (BMI).
Bank Islam yang terbentuk disepakati bernama Bank Muamalat Indonesia (BMI). “Muamalat” dalam istilah fiqih berarti hukum yang mengatur hubungan antarmanusia. Nama alternatif lain yang muncul pada masa pembentukan itu adalah Bank Syariat Islam.
Namun mengingat pengalaman pemakaian kata ‘syariat islam’ pada Piagam Jakarta, akhirnya nama itu tidak dipilih. Nama lain yang diusulkan adalah Bank Muamalat Islam Indonesia. Saat itu Presiden Soeharto kemudian menyetujui nama terkahir dengan menghilangkan kata “Islam”.
Selaku pimpinan cabang pembantu Bank Muamalat Parepare setiap saat melakukan pendekatan kepada umat dengan mengunjungi masjid yang ada di kota kelahiran Habibie. (mup/C).
Bank Muamalat Kehilangan Sosok Habibie
