GOWA, BKM — Sidang Dr Wahyu Jayadi kembali digelar majelis hakim Pengadilan Negeri Gowa, Selasa siang (24/9). Dosen olahraga Universitas Negeri Makassar (UNM) ini didakwa telah menghabisi nyawa rekan kerjanya Siti Zulaeha Jafar dengan sadis. Bahkan untuk mengelabui publik, terdakwa berupaya membuat sandiwara seolah-olah almarhum Zulaeha Jafar jadi korban perampokan.
Sidang kemadin mengagendakan pemeriksaan saksi. Namun saksi berhalangan hadir, sehingga terdakwa Wahyu diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk menjelaskan kronologis dirinya membunuh tetangga itu.
Wahyu pun membeber kronologisnya. Keterangan yang disampaikan Wahyu didengar cermat sejumlah keluarga korban di ruang persidangan.
Wahyu mengatakan, ia bersama dengan korban memang memiliki permasalahan jabatan di kantornya. Hingga akhirnya, Zulaeha saat itu meminta Wahyu untuk bertemu dan membahas permasalahan tersebut.
Kejadian itu bermula pada Kamis (21/3/2019) sekitar pukul 17.00 Wita. Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, Zulaeha mengajak Wahyu Jayadi untuk bertemu di parkiran PT Telkom Indonesia, Jalan AP Petta Rani, Makassar.
Selanjutnya pada pukul 18.00 Wita, Wahyu dan Zulaeha bergerak menuju kompleks Ruko Permata Sari di Jalan Sultan Alauddin Makassar. Keduanya berangkat dengan mobil masing-masing. Tidak semobil.
Sesampai di tujuan, Wahyu memarkir mobilnya di suatu tempat. Dia lalu naik ke mobil korban dan mengambil alih kemudi. Wahyu yang mengemudikan kendaraan menuju Gowa dengan kecepatan rendah. Mereka berbincang-bincang di sepanjang jalan.
Masih pengakuan Wahyu, perbincangan keduanya memanas karena terdakwa menganggap Zulaeha terlalu memcampuri urusan. Keduanya pun bertengkar.
“Masalah saya dengan korban memang karena jabatan di kantor saya,” kata Wahyu saat ditanya oleh Hakim Ketua Muhammad Asri.
Mendengar pernyataan Wahyu, beberapa keluarga mendiang Zulaeha ada yang kaget. Ada pula yang terisak menangis.
Dalam keterangannya yang lain, usai membunuh, Wahyu juga sengaja mengikat seat belt ke leher korban yang sudah tidak bernyawa. Hal itu ia lakukan untuk menyamarkan perbuatannya.
“Saya lakukan itu seolah-olah adalah hasil dari aksi pembegalan. Saya juga sempat mengambil handphone korban kemudian saya hancurkan supaya jejak percakapan saya dengan korban tidak diketahui,” tambah Wahyu. (sar/rus)
Wahyu Beber Cara Membunuh Zulaeha
