Site icon Berita Kota Makassar

Box Girder Dipasang, Flyover Ditutup

MAKASSAR, BKM — PT Nusantara Infrastruktur (NI) melaporkan perkembangan proyek pembangunan jalan tol Ujung Pandang Seksi 3, yang populer disebut tol layang AP Petta Rani kepada Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (25/9), Jalan Sungai Tangka.
Berdasarkan pemaparan Projects Maneger PT Wijaya Karya Beton Tbk Didi Rustadi selaku kontraktor yang mengerjakan jalan tol tersebut, progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 32,55 persen.
Proyek yang mulai dilaksanakan 2 April 2018 itu awalnya ditarget sudah rampung Februari 2020, terpaksa molor akibat adanya persoalan pemindahan sejumlah utilitas seperti pipa PDAM, kabel telepon, dan kabel listrik.
“Akhirnya target penyelesaian dikoreksi menjadi 31 Juli 2020 mendatang,” ungkap Didi.
Proyek senilai Rp1,6 triliun itu saat ini sementara proses pengerjaan tiang pancang dan pemasangan box girder. Untuk tiang pancang, posisi yang sudah terpasang berada di sekitar AP Petta Rani depan DPRD Kota Makassar.
Sementara untuk pemasangan box girder, posisinya masih berada pada posisi Jalan Tol Reformasi. “Sekarang sudah pada tahap pemasangan box girder yang ketiga,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, pihak pelaksana juga masih melakukan pemindahan utilitas yang masih tersisa ke arah Jalan Sultan Alauddin.
Dia melaporkan juga, dalam waktu dekat, pohon-pohon yang ada di sisi sebelah kanan jalan arah dari Jalan Tol Reformasi ke Alauddin akan ditebang. “Tapi jangan khawatir, karena pohon-pohon itu nantinya akan kita ganti,” tambahnya.
Direktur Teknik dan Operasional PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) Ismail Malliungan, menjelaskan pemasangan box girder di tahap selanjutnya diperkirakan akan mengganggu arus lalulintas, karena sudah memasuki kawasan AP Petta Rani.
Dia menjelaskan, pemasangan satu box girder sepanjang 50 meter bisa memakan waktu hingga empat hari. Khusus untuk pemasangan box girder di atas flyover dipastikan akan mengganggu arus lalulintas.
“Sehingga diputuskan jika flyover ditutup sementara waktu hingga rampung pemasangan box girder,” jelasnya.
Begitu juga dengan pengangkutan materi box girder ke lokasi pemasangannya, akan mengganggu arus lalulintas. Solusinya, selain pengangkutan material dan pemasangannya lebih banyak dilakukan malam hari, menurut Ismail, pihaknya akan duduk bersama stakeholder terkait untuk membicarakan model rekayasa yang akan dilakukan.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mendukung penuh pembangunan tol layang Petta Rani. Malah, orang nomor satu Sulsel meminta agar PT Nusantara Infrastruktur (NI) segera melanjutkan proyek pembangunan tol ke arah selatan Sulsel, jika pengerjaan jalan tol seksi 3 Ujung Pandang rampung.
“Kalau sudah selesai Petta Rani (tol layang AP Pettarani) saya minta dilanjutkan minimal sampai Takalar,” jelas bupati Bantaeng periode 2008-2018 ini.
Menurut Prof Nurdin Abdullah, pemasaran produk Sulsel sulit terjual karena kurangnya infratruktur. “Hambatan kita di Sulsel sekarang kekurangan infrastruktur. Belum terkoneksi antar-daerah,” jelas Nurdin Abdullah.
Menanggapi harapan Nurdin Abdullah, CEO PT Nusantara Infrastructure Tbk (NI) M Ramdani Basri, menyatakan siap membuat jaringan koneksi daerah-daerah di Sulsel.
“Terima kasih banyak gubernur mempercayakan kami untuk membangun tol untuk koneksi di Sulsel,” jelasnya.
Hadir pada acara tersebut, CEO PT Nusantara Infrastructure Tbk (NI) M. Ramdani Basri, Komisaris PT Margautama Nusantara yang juga mantan wakil Menteri PUPR Hermanto Dardak, Komisaris PT Margautama Nusantara Ahwil Loetan, Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) Anwar Toha, Direktur Teknik dan Operasional PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) Ismail Malliungan, GM Corporate Affairs PT Nusantara Infrastructure Tbk (NI) Deden Rochmawaty, dan Projects Maneger PT Wijaya Karya Beton Tbk Didi Rustadi. (rhm/rus)

Exit mobile version