Site icon Berita Kota Makassar

KPI Gowa Ajak Orangtua Cegah Kawin Anak

GOWA, BKM — Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Gowa menggelar seminar bertajuk Cegah Kawin Anak Menuju Gowa Kabupaten Layak Anak. Seminar yang dirangkai konferensi II KPI Cabang Gowa yang berlangsung sehari di Gedung Wanita, Jalan Habibu Kulle, Sungguminasa, Senin siang (30/9), dihadiri presidium KPI Nasional, Ema Husain.
Seminar yang dibuka Wakil Bupati Gowa diwakili Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Khawaidah Alham ini diikuti seratusan anggota KPI se-Gowa.
Sekretaris Wilayah KPI Sulsel, Lina May mengatakan, selama ini KPI terbentur aturan undang-undang yang menggariskan usia kawin 16 tahun. Padahal secara umum KPI menganggap usia 0-18 tahun itu adalah usia anak-anak.
Melihat aturan ini dan banyaknya persoalan yang muncul disebabkan perkawinan anak dilegalkan pada usia 16 tahun membuat KPI bergerak mengajukan revisi undang-undang usia kawin anak ini.
Hal senada dikatakan Presidium KPI Nasional, Ema Husain. Menurut Ema, upaya KPI selama ini dalam mempressure penetapan usia kawin di atas 18 tahun itu sempat terhambat dua kali di MK.
”MK sempat tidak menggubris permintaan KPI tapi kami kekeh dan kemudian memperlihatkan bukti nyata seorang perempuan kawin muda dengan segala permasalahan yang dihadapinya. Akhirnya MK pun merestui permohonan KPI bahkan MK menetapkan usia kawin itu pada 19 tahun. Jadi dalam UU usia kawin sekarang adalah usia 19 tahun bagi perempuan dan lakilaki,” terang Ema.
Wakil Bupati Gowa melalui Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gowa, Khawaidah Alham mengatakan, anak adalah investasi di masa depan. Sehingga perlu pemerintah dan KPI bergerak memberi perlindungan kepada anak.
”Adanya kawin anak di usia dini itu disebabkan karena himpitan ekonomi, pendidikan yang minim serta penggunaan medsos yang tidak bijak. Karena itu cegahlah anak-anak kita untuk tidak terjerumus dan jadi korban dalam kawin anak ini,” jelas Khawaidah yang juga tampil sebagai narasumber dalam seminar KPI bersama Kadis Sosial Gowa Syamsuddin Bidol dan Warida dari Koorwil KPI Sulsel.
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar dan Konferensi II KPI Gowa, Hasniaty Hayat, menjelaskan, seminar yang dilakukan ini sebagai upaya mengingatkan seluruh masyarakat dan stakeholder untuk membangun komitmen bersama mencegah melalui upaya strategis. (sar/mir)

Exit mobile version