BULUKUMBA, BKM — Kadis Pertanian Kabupaten Bulukumba, Ir Harun mengatakan perubahan iklim jadi penyebab utama penurunan hasil panen gabah di Kabupaten Bulukumba.
”Tahun lalu (2018) juga terjadi kemarau, tapi kita bisa capai hasil panen hingga 298.000 ton. Kami perkirakan penurunan tidak begitu signifikan tahun ini,”ujar Harun di ruang kerjanya, Senin (30/9).
Ditanya soal data panen gabah 2019, Harun mengaku saat ini pihaknya sementara merampungkan pendataan. Pasalnya, masih ada beberapa titik di Kabupaten Bulukumba belum melakukan panen.
Harun menambahkan lahan persawahan di Kabupaten Bulukumba seluas 22.968 hektare dengan luas lahan panen sekitar 46.000 hektare di tahun 2018. Prediksi penurunan hasil panen tersebut tidak mempengaruhi konsumsi warga.
”Intinya kita masih surplus. Sederhananya, jumlah konsumsi di warga di Kabupaten Bulukumba sekitar 100.000 ton per tahun. Nah, masih ada 198.000 ton yang bisa didrop keluar Bulukumba,” katanya.
Lanjut, Harun pihaknya telah melakukan antisipasi dengan mengajak petani untuk mendaftarkan diri ke Asuransi Jasindo (Jasa Indonesia) sejak tiga tahun silam. ”Petani mendapatkan asuransi apabila gagal panen. Dalam 1 hektare, jumlah jaminan asuransi yang disetor petani yakni Rp. 36.000. Apabila gagal panen, petani dapat asuransi sebesar Rp. 6.000.000,” Ungkapnya. (min/C)
Panen Gabah Diprediksi Menurun
