INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN. Sulawesi Selatan kembali berduka. Seorang tokohnya berpulang ke rahmatullah.
Mayjen TNI Haji Zainal Basri Palaguna pergi untuk selama-lamanya di kediamannya Jalan Hertasning Raya Nomor 28, Rabu (2/10) pukul 16.15 Wita. Gubernur Sulsel dua periode (tahun 1993-1998 dan 1998-2003) ini wafat di usia 80 tahun.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, Palaguna –begitu ia akrab disapa semasa hidupnya– sempat mengalami penurunan nafsu makan. Kondisi itu berlangsung selama seminggu.
Mawang Batara Soli (48), putra almarhum yang ditemui di rumah duka, kemarin menuturkan, Palaguna meninggal tanpa ada riwayat penyakit. Hanya saja, seminggu sebelum kepergiannya, sang ayah sulit makan.
“Riwayat penyakit tidak ada. Cuma saja seminggu ini sebelum bapak pergi, nafsu makannya menurun,” jelasnya.
Sebelum berpulang, Mawang bersama ibunya sempat melihat bapaknya yang terbaring di dalam kamar. ”Dari pagi bapak sudah tidak mau makan. Lalu batuk berdahak mulai jam 3 (pukul 15.00 Wita). Sempat lendirnya dikeluarkan. Sementara napasnya semakin lemah. Tidak lama kemudian napasnya berkurang hingga meninggal dunia,” terangnya.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka. Rencananya akan dikebumikan di pekuburan keluarga Desa Sampie, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone. Pemberangkatan ke lokasi pemakaman dimulai pukul 11.00 Wita hari ini, Kamis (3/10).
Hazibe, begitu almarhum meminta namanya untuk disebut di kala menjabat sebagai gubernur Sulsel. Bukan tanpa alasan permintaan itu disampaikan. Hazibe merupakan singkatan namanya, Haji Zainal Basri.
Ia lahir di Enrekang, 9 Maret 1939. Dua periode menjabat sebagai gubernur, menggantikan gubernur sebelumnya Ahmad Amiruddin.
Di mata Mawang Batara Soli, ayahnya adalah orang yang tegas dan disiplin. Hal itu wajar, karena HZB Palaguna memiliki latar belakang militer.
”Setelah dewasa, saya sangat merasakan apa arti ketegasan dan disiplin yang selama ini beliau terapkan ke kami. Beliau juga selalu mengingatkan untuk berbuat baik kepada semua orang,” tambahnya.
Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan terhadap keluarga dan orang-orang dekatnya. Termasuk tokoh dan pejabat Sulsel yang pernah bersentuhan langsung dengannya.
Salah satunya, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Jufri Rahman, yang saat ini menjadi salah satu Staf Khusus Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
Jufri via telepon menuturkan, sembilan tahun dirinya bersentuhan langsung dengan almarhum. Banyak kenangan dan pelajaran hidup yang diambil dari salah satu tokoh Sulsel itu.
Jufri menuturkan, saat HZB Palaguna gubenur, dirinya sempat menjabat sebagai Kabag Protokol dan Kepala Biro Dekonsentrasi.
Saat menjabat sebagai Kasubag Protokol, ia harus mengatur jadwal orang nomor satu itu. Jufri mengaku, dirinya harus belajar soal bahasa tubuh sang gubernur untuk tahu apa perintah dan keinginannya.
Dia memberi contoh, jika ada tamu audiens dan almarhum memainkan jarinya, itu berarti Palaguna tidak terlalu respek dan meminta pertemuan dipercepat.
“Almarhum itu orang yang tidak banyak bicara. Jarang ketawa lepas, tapi selera humornya sangat tinggi,” kenang Jufri.
Berbagai falsafah hidup diambilnya dari nasihat yang kadang dilontarkan langsung kepadanya. Jufri mengungkapkan, almarhum kerap menasihati agar dia senantiasa menjaga diri. Jangan merusaknya dengan hal-hal yang negatif.
“Dari beliau saya juga diajarkan arti bermurah hati. Jangan kikir. Karena Allah akan melapangkan rezeki orang-orang yang suka berbagi,” ungkapnya.
Palaguna termasuk tipikal yang memperhatikan bawahan. Jufri menjelaskan, dia selalu diingatkan untuk berpenampilan menarik, karena itu menjadi salah satu penilaian orang terhadap diri kita.
Almarhum juga disebutnya pemimpin yang tidak ‘tipis telinga’. Artinya, dalam menyikapi laporan atau isu yang diterima, dia akan mengkajinya dengan bijak.
Jufri juga mengatakan, almarhum sepertinya memiliki indra keenam. Alasannya, setahun sebelum mengakhiri jabatannya sebagai gubernur, almarhum mengatakan dirinya akan menjadi pejabat eselon II.
“Padahal waktu itu saya masih eselon IIIa. Saya pikir tidak mungkin. Ternyata kebijakan berubah saat Gus Dur jadi presiden. Pangkat saya bisa naik lebih cepat,” jelasnya.
Saat suksesi kepemimpinan dari almarhum Palaguna ke Amin Syam, banyak yang meramal karir Jufri akan berhenti sampai di situ. Sebabnya, karena Jufri dinilai orang dekat Palaguna.
“Ternyata tidak. Almarhum katakan, saya sudah pasang paku jembatan di dirimu sehingga tetap bisa berkiprah,” tandasnya.
Rencananya, Jufri akan bertolak ke Makassar untuk melayat almarhum hari ini, Kamis (2/10).
Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal S Suhaeb hadir memberikan penghormatan yang terakhir buat almarhum di rumah duka, kemarin. Ia mengaku sangat terpukul atas kepergian sosok panutannya itu.
“Saya dulu staf beliau. Sosoknya sangat sederhana. Senantiasa memperhatikan seluruh stafnya, dan selalu memberikan semangat buat semua untuk terus bekerja dengan baik,” jelas Iqbal.
Rencananya, Iqbal akan ikut mengantarkan jenazah almarhum sampai ke pekuburan keluarga di Desa Sampie. “Rencana besok (hari ini) ikut juga ke pekuburan di Bone. Saya dulu kan staf di Bappeda dan sering ikut bersama almarhum. Sering mendampingi jika persentasi. Juga membuatkan bahan persentasinya. Sangat berduka kehilangan almarhum yang juga menjadi orang tua kita,” kenangnya.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi juga datang melayat di rumah duka, kemarin. Ia mengenang almarhum sebagai sosok tentara yang hebat.
”Atas nama keluarga besar Kodam XIV/Hasanuddin, kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Semoga arwah beliau yang terbaik di sisi Allah Swt. Yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” jelas Mayjen Surawahadi.
Tak lupa ia menyatakan rasa hormat dan salut, karena HZB Palaguna telah berbuat banyak bagi wilayah ini. Baik di korpsnya yang tentara, maupun Pemprov Sulsel secara umum.
”Almarhum termasuk tentara yang hebat. Tentara yang luar biasa, khususnya di zaman awal kodam ini. Bukan hanya prajurit TNI, tapi juga ahli di pemerintahan. Makanya terpilih sebagai gubernur,” tandasnya.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, menyebut Palaguna sebagai tokoh yang patut diteladani. ”Beliau adalah sosok yang patut dicontoh,” ujarnya, kemarin.
Kepemimpinannya di Sulsel, juga dinilai sangat bagus. Banyak perubahan dan pembangunan yang telah ditorehkannya selama menjadi gubernur. (arf-nug-rhm-mat/rus)
Ajarkan Arti Murah Hati dan Jangan Kikir
