MAKASSAR, BKM — Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb curhat perihal sampah di depan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Terutama soal kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa pascaterbakar.
Iqbal mengatakan, saat ini TPA Tamangapa menerima sampah kurang lebih 1.000 ton per hari. Sementara kemampuan pemerintah kota hanya memiliki 200 kendaraan yang bisa memfasilitasi pengangkutan sampah.
“Dari total sampah itu, saat ini di TPA hanya sekitar 80 persen yang dapat terangkut, Pak Wapres,” kata Iqbal.
Kondisi TPA kini, dikatakan Iqbal, sudah tidak memungkinkan menampung sampah yang signifikan. Sehingga, alternatif pengelolaan sampah sangat dibutuhkan di Makassar.
Karena hingga saat ini hanya 10 persen saja sampah di TPA yang bisa dikelola dengan baik. Olehnya, Iqbal pun mengakui tak malu berkeluh kesah kepada wapres dengan kondisi sampah.
Wapres JK menanggapi keluh kesah Iqbal dengan menjawab, bahwa solusi yang terbaik adalah mengubah sampah menjadi kompos. Bukan malah menjadikannya tenaga listrik.
Dikatakannya, saat ini banyak yang memikirkan sampah untuk dijadikan listrik. Padahal, guna merealisasikan program tersebtu akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga solusi yang paling mudah adalah menjadikan sampah ini menjadi kompos.
“Sampah dijadikan kompos saja. Banyak yang berpikir jadikan listrik, tapi mahal dan tidak visibel. Yang visibel, ya jadi pupuk. Tidak akan pernah berhasil itu kalau dijadikan listrik,” ungkap JK.
Dalam kesempatannya, JK juga memaparkan jika Makassar kini bisa semakin maju kalau memgutamakan perdagangan dan jasa. Sehingga harus dilakukan penataan kota yang bisa menjadi daerah layanan yang baik untuk warga pendatang.
“Makassar bisa maju karena perdagangan dan jasa. Industri prosesing harus dibawa ke situ. Kalau jasanya, bisa jasa keuangan, kesehatan, pelayanan turis, dan lainnya. Kita harus menata perdagangan supaya bisa semua dilayani,” jelas JK.
Ia mencontohkan jika daerah-daerah di sekitar Sulsel misalnya, sudah mulai fokus pada pemingkatan daerahnya. Seperti Sulteng yang saat ini kaya sumber daya alam, serta Sultra yang maju karena turis.
“Sulsel ini mau jadi apa? Fokus di pertanian misalnya, tapi harus fokus. Jadikan pertanian yang melekat dengan perdagangan dan jasa,” tandasnya.
JK: Sampah Cocoknya Kompos, Bukan Tenaga Listrik
